Lamongan
Kenaikan harga ikan di Lamongan dipicu kurangnya pasokan ikan. (Foto/M. Arifin)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Harga ikan laut di Lamongan Jawa Timur (Jatim) mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Kenaikan harga tersebut dipicu kurangnya pasokan ikan dari nelayan.

Menurut Musriman (63) seorang pedagang ikan di TPI Brondong, harga ikan kakap merah dari yang semula seharga Rp75 ribu perkilogram naik menjadi Rp100 per kilogram. Ikan tongkol dari harga Rp17 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram. “Sudah satu minggu ini mengalami kenaikan,” kata Musriman.

Hal yang sama juga terjadi pada ikan tenggiri, dari yang semula hanya Rp75 ribu menjadi Rp120 ribu perkilogram. Ikan jenis lainnya, lanjut Musriman, seperti ikan togek, layur juga mengalami kenaikan sekitar Rp5 ribuan.

“Kami berharap agar cuaca kembali normal saja agar harga ikan juga bisa normal,” harapnya.

Musriman menambahkan, permintaan ikan laut selama beberapa hari terakhir ini juga meningkat. Namun, karena pasokan ikan┬ádari nelayan berkurang pedagang pun terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. “Banyak permintaan tapi kondisinya tangkap ikan sedang sepi ya mau gimana lagi,” imbuhnya.

Sementara, cuaca buruk yang terjadi di wilayah Pantura Lamongan selama beberapa hari terakhir membuat para nelayan di Kecamatan Brondong memilih untuk tidak melaut dan menyandarkan perahu-perahu mereka di pelabuhan Brondong untuk sementara waktu.

Menunggu cuaca kembali normal, para nelayan ini mengisi waktu kosong mereka dengan memperbaiki alat tangkap ikan, mesin dan membersihkan perahu dari batu karang.

BACA JUGA :  Dukung Pendidikan Tahfidz, Lazismu dan LP3M Lamongan Serahkan Bantuan Al Qur'an ke Pondok Pesantren

“Sudah hampir 15 hari kita tidak melaut mas karena takut,” kata Mualimin, salah satu nelayan Brondong.

Mualimin mengaku, ketinggian gelombang laut saat ini bisa mencapai 3-4 meter lebih. Ia juga berharap agar cuaca kembali normal dan ia bisa kembali melaut. “Tidak punya penghasilan dan pasrah saja sambil berdoa agar cuaca kembali normal dan kami nelayan bisa melaut lagi,” tandasnya. (fzi/mad)