Suasana Orientasi Tugas (Ortug) ke IV, (25/9/2019) di Grand Mercure Jakarta

Jakarta–Kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang tangguh adalah modal utama untuk menakhodai secara kelembagaan dalam organisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Karakter kepemimpinan dan manajerial merupakan dua sisi yang harus dimiliki KPU, keduanya harus saling melengkapi, dan saling sinergi guna menjalankan roda organisasi penyelenggara kepemiluan.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI pada Orientasi Tugas (Ortug) ke IV, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai jadwal selama 4 hari mulai tanggal 25-29/9/2019, di Hotel Grand Mercure Jakarta.

Ketua KPU RI, Arief Budiman yang hadir didampingi komisioner lainnya pun berbagi pengalaman yang dimilikinya selama menjabat sebagai penyelenggara pemilu. Dia ingin pengalaman tersebut juga diikuti oleh penyelenggara bagaimana memupuk diri menjadi seorang pemimpin (leader), dan juga mengatur (manage) lembaga dalam menjalani tugas kepemiluan.

Pada kesempatan itu Arief, memang hanya menitik-beratkan paparannya pada dua kata tersebut. Bagaimanapun managerial itu maintenance (merawat) sedangkan leader itu develop (pengembangan). “Maintance itu apa yang ada dijaga, tapi kalau leader itu menciptakan kreasi dan pengembangan,” ujar Arief dihadapan peserta Ortug.

Dia mencontohkan paparannya pada sebuah mobil, jika dilihat dari segi ‘manager’ berarti hanya menjaga agar selalu terawat, sementara ‘leader’ dalam hal berfikir dan bersikap bagaimana mobil tersebut bisa menjadi sarana sosialisasi selain dikendarai. “Makanya saya berharap pembekalan menghadirkan peran-peran dua tokoh tadi, yakni manager dan leader. Jadi peran sekretaris dan anggota KPU penting dalam pembekalan itu,” kata Arief.

BACA JUGA :  Ketua FOKAL IMM Malang Raya Serukan Aktivis untuk Mendaur Ulang Semangat Pendahulu

Kepala Biro SDM KPU RI, Lucky Firnandy, yang hadir menyampaikan bahwa tujuan dari Orientasi Tugas (Ortug) untuk membangun anggota KPU yang memiliki prinsip kuat sebagai penyelenggara pemilu. Melalui orientasi tugas nanti akan terlihat bagaimana prinsip kepemiluan dipahami, yaitu mandiri, jujur, adil, keterbukaan, profesionalitas, efisein dan efektif, dapat dijalankan oleh penyelengggara pemilu. “Dan tentu mengedepankan hal-hal prinsip yaitu integritas berkepribadian kuat jujur dan adil,” ucap Lucky. (Wok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here