GoNose
Petugas memeriksa kantong nafas milik calon penumpang kereta api saat tes COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). (Antara Foto/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Pemeriksaan tes Covid-19 melalui GeNose cukup digemari para penumpang kereta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat ada 21.530 calon penumpang yang telah memanfaatkan pemeriksaan GeNose pada 3-12 Februari 2021.

Direktur KAI Didiek Hartantyo mengatakan, penumpang kereta api jarak jauh merasa senang dengan pemeriksaan kesehatan menggunakan GeNose. Selain proses pengambilan sampel cepat, mudah, dan tidak sakit, hasil pemeriksaan GeNose bisa diperoleh dalam waktu singkat.

“Pemeriksaan ini sebagai alternatif, karena ada pula kereta jarak jauh yang harga tiketnya Rp70.000 hingga Rp80 ribu kalau harus menggunakan rapid antigen, biaya justru lebih mahal, bisa lebih dari Rp100 ribu,” kata Didiek seperti dilansir Antara, Minggu (14/2/2021).

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto menambahkan, banyak penumpang yang memanfaatkan GeNose dibanding rapid tes antigen. Rata-rata terdapat 700 hingga 900 calon penumpang per hari yang memanfaatkan pemeriksaan dengan GeNose di Stasiun Yogyakarta.

Sedangkan untuk rapid test antigen hanya sebanyak 100 orang per hari. “Untuk libur Imlek, jumlah calon penumpang yang memanfaatkan GeNose meningkat karena ada syarat pengambilan sampel untuk libur panjang menjadi 1×24 jam, sehingga terkesan ada antrean panjang di stasiun,” kata Supriyanto.

Maka tak heran jika pada Minggu (14/2), sudah ada lebih dari 1.300 calon penumpang yang mendaftar untuk melakukan pemeriksaan GeNose hingga sekitar pukul 12.00 WIB di Stasiun Tugu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Supriyanto mengatakan bahwa terdapat sekitar tiga hingga empat penumpang yang dinyatakan positif Covid-19.

BACA JUGA :  97 Persen Lebih RT di Ponorogo Berstatus Zona Hijau

KAI pun bakal mengembalikan secara penuh biaya tiket jika ada calo penumpang yang positif Covid-19. Selanjutnya, KAI mengimbau calon penumpang memeriksakan diri di fasilitas kesehatan.

“Sistem untuk pemeriksaan kesehatan ini pun sedang kami upayakan agar sinkron dengan sistem tiketing sehingga tidak perlu mencetak hasil,” katanya.

Adapun PT KAI berencana menambah enam stasiun yang akan memanfaatkan GeNose untuk pemeriksaan Covid-19 bagi penumpang kereta api jarak jauh. Enam stasiun yang segera memanfaatkan GeNose pada Senin (15/2) yaitu Stasiun Gambir, Solo Balapan, Bandung, Surabaya Pasar Turi, Cirebon, dan Semarang Tawang.

Sehingga ada delapan stasiun yang memanfaatkan pemeriksaan dengan alat tersebut.

“Dari dua stasiun yang sudah memanfaatkan GeNose, yaitu di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta, terdapat tanggapan antusias dari masyarakat, sehingga penggunaan alat ini pun diperluas,” kata Didiek.

Kendati demikt, KAI tetap menyediakan layanan rapid tes antigen di stasiun. Adapun pemanfaatan GeNose di Stasiun Tugu dan Pasar Senen, tarif yang ditetapkan untuk pemeriksaan GeNose di enam stasiun itu pun sama yaitu Rp20 ribu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mendukung KAI memanfaatkan GeNose sebagai inovasi anak bangsa. Namun, dia menegaskan agar seluruh protokol kesehatan untuk perjalanan dengan kereta api dipenuhi dengan baik.

“Kami kawal untuk memastikan protokol kesehatan dalam perjalanan kereta dilakukan dengan baik,” kata Budi. (fzi/mad)