Pamekasan
Saat Kontestasi Pilkada Pamekasan. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daaerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Fathor Rahman, mengulas sosok alm Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e.

Menurut Fathor, begitu ia disapa, alm Raja’e sosok pemimpin religius, istiqomah, ramah, baik hati, dan kawan sejak masih aktivis mahasiswa.

“Pak Wabup adalah orang baik, rendah hati, beliau kawan sejati,” kata Fathor, Selasa (16/2/2021).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjadi rival alm Raja’e pada kontestasi Pilkada 2018, Fathor bersaksi, alm lawan politik berintegritas.

“Hubungan kami sangat baik meski menjadi rival, alm lawan politik saya yang berintegritas,” ungkap mantan Kepala Desa Potoan Daja itu.

Kontestasi Pilkda 2018 di Pamekasan di ikuti dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) dan Kholilurrahman-Fatho Rahman (Kholifah).

Pasangan Berbaur memperoleh 257.738 suara, Kholifah 228.596 suara, hak pilih 499.078 orang dari total 680.392 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah suara sah 486.334 dan tidak sebanyak 12.744 suara.

Atas kemenangan itu, pasangan Berbaur dilantik Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Senin (19/9/2018).

Duet Baddrut Tamam-Raja’e memimpin Pamekasan, menghasilkan banyak program, antara lain Beasiswa Santri, Wira Usaha Baru (WUB), Mobil Sigap untuk Pemerintah Desa (Pemdes), Desa Tematik dan banyak program lainnya yang digagas aktivis PMII dan HMI tersebut.

Duet Baddrut harus berakhir setelah Raja’e meninggal dunia di Rumah Sakit dr. Soetomo, Surabaya, Kamis (31/12/2020). Raja’e resmi diberhentikan secara hormat pada sidang paripurna di gedung DPRD Pamekasan, Senin (15/2/2021)

BACA JUGA :  Ajak Jaga Stabilitas Keamanan, Kapolri Temui KSAD

Sidang paripurna pemberhentian Wabup Raja’e diwarnai tangis anggota DPRD Pamekasan, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Syafiuddin, yang mengumumkan keputusan pemberhentian alm Raja’e, tak kuasa menahan air mata.

Bahkan, ada sebagian anggota DPRD Pamekasan terpaksa keluar dari ruang sidang sembari menangis, mereka merasa kehilangan sosok alm Raja’e. (yan/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here