Foto; Kegiatan Sedekah Air Bersih oleh warga Muhammadiyah di Kabupetan Magetan, (totok-pijarnews.id)

Magetan – Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan beberapa daerah mengalami krisis air, terutama air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini juga terjadi di kabupaten Magetan, kekeringan mulanya sangat terasa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Parang dan Karas, namun saat ini dampak kekeringan juga meluas di Kecamatan Lembeyan.

Situasi tersebut akhirnya memicu semangat sosial warga Muhammadiyah Kabupaten Magetan. Melihat masyarakat yang mengalami kekurangan air, maka dengan dimotori Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Magetan, seluruh warga Muhammadiyah Kabupaten Magetan ikut ambil bagian untuk meringankan beban masyarakat berupa kegiatan yang bertajuk Sedekah Air Bersih

Warga persyarikatan Muhammadiyah tersebut meliputi: Pimpinan Daerah Muahammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muahammadiyah, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) se-Kabupaten Magetan.

Sampai kabar ini dirilis, sudah terdapat dua gelombang bantuan disalurkan, untuk gelombang pertama bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan. LAZISMU saat itu mempunyai jatah 10 truk tangki berkapasitas 6.000 Liter dalam 5 hari pada tanggal (01/09/2019 s.d 05/09/2019) kemarin. Sebanyak 10 truk tangki tersebut, 9 truk tangki disalurkan di Desa Trosono Parang dan 1 truk tangki disalurkan di Desa Kuwon Karas.

Menurut Fery Yoga SP, Kepala BPBD Kabupaten Magetan, diperkirakan hujan baru akan turun di pertengahan bulan November. Jadi masih terbuka lebar kesempatan LAZISMU untuk terus berbagi kembali.

BACA JUGA :  Komisi V DPR RI Apresiasi Pembangunan Program KOTAKU di Bangkalan

“Saat ini BPBD juga mekakukan kajian agar beberapa wilayah terdampak kekeringan ini tahun depan agar tidak mengalami krisis lagi, terutama Kecamatan Parang, mungin akan dibuatkan sumur yang dalam, tentu perlu bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jatim. Sedangkan untuk Kecamatan Karas akan dilakukan pipanisasi, karena di daerah ini sudah dibangun sumur P2T.” Ungkap Fery Yoga, BPBD Kabupaten Magetan.

Untuk gelombang keduanya, LAZISMU bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan. Untuk kali ini disalurkan di Kecamatan Lembeyan, sebab untuk Kecamatan Parang dan Kec. Karas sudah fukus ditangani sendiri oleh BPBD Magetan.

Gelombang kedua kegiatan Sedekah Air Bersih ini telah dimulai sejak tanggal (22/09/2019) kemarin. Berbeda dengan gelombang pertama, kali ini LAZISMU menyalurkan sedekah sebanyak satu truk tangki perhari, dalam jangka yang belum bisa dipastikan dan sesuai kemampuan LAZISMU Kabupaten Magetan. Bahkan sampai berita ini ditulis, setiap hari LAZISMU Kabupaten Magetan masih menyalurkan Sedekah Air Bersih.

Reporter: Totok S

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here