Tuban
Warga Desa Sumurgeneng di Tuban yang sedang memboyong mobil. (Foto/Tangkapan Layar Medsos)

TUBAN, PIJARNEWS.ID – Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tengah memborong mobil mendadak viral di media sosial.

Betapa tidak, di tengah situasi serba sulit ini, Warga Desa Sumurgeneng mampu memborong mobil dua hingga tiga unit sekaligus. Penyebabnya, ratusan warga yang awalnya petani tulen mendadak kaya raya setelah menerima pembayaran ganti rugi lahan untuk proyek Kilang Minyak Pertamina.

Sales Diler Mobil Mitsubishi Sun Star Motor Anita mengaku dilernya kebanjiran pembeli mobil. Menurutnya, ada tiga gelombang pembelian mobil yang dilakukan warga Desa Sumurgeneng.

“Dari gelombang pertama, kedua, sama yang ketiga itu estimasi ada sekitar 70 unit mobil yang laku terjual,” katanya.

Anita menjelaskan, agar mendapat banyak konsumen, dari awal dilernya sudah ada planning.

“Ya karena ada info pencairan dana dari lahan untuk proyek Pertamina itu kita mengumpulkan data-data masyarakat yang dapat ganti rugi tanah. Lalu kita door to door ke rumah warga untuk menawarkan mobil,” imbuhnya.

Sementara menurut Kades Sumurgeneng Gianto, ada sekitar 170 warganya yang membeli mobil. “Mobil yang dibeli warga saya seperti Innova, ada yang HRV, Yaris dan Pajero,” kata Gianto.

Sehingga, kata dia, kedatangan mobil baru ini cukup menghebohkan dan videonya sempat viral.

“Ini warga saya rata-rata dapat Rp8 miliar dan rata-rata dibelikan mobil, rehab rumah dan beli tanah lagi paling banyak Rp26 miliar,” kata Kepala Desa Sumurgeneng Gianto, Selasa (16/2/2021).

BACA JUGA :  Memotong Ranting Pohon Jati, Warga Jambon Tewas Tersengat Aliran Listrik

Sedangkan Nurul salah satu warga Desa Sumurgeneng yang mendadak jadi miliarder ini mengaku uang yang didapat dari ganti rugi pembebasan lahan untuk pendirian Kilang Minyak Pertamina itu digunakan untuk membeli empat unit mobil serta untuk membeli tanah dan investasi.

Kampung miliarder ini bukan tanpa alasan. Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery and Petrochemical (NGRR) itu digunakan untuk membeli mobil baru seharga ratusan juta, serta membeli tanah maupun investasi lain.

Sedikitnya, 225 warga yang awalnya petani, kini menjadi orang kaya baru setelah menerima pembayaran ganti rugi. Warga menerima lahan miliknya dibebaskan untuk kepentingan proyek nasional. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here