Foto: Amirul Rizky saat memberikan karya seninya sebagai kado ulang tahun Budayawan Emha Ainun Najib/ Cak Nun. (rifki-pijarnews.id).

Sidoarjo – Indonesia terkenal sebagai negara tropis yang kaya akan kekayaan alamnya, berbagai jenis tanaman tumbuh dengan subur dan beraneka macam. Akan tetapi akibat banyaknya jumlah pepohonan, terkadang juga membuat banyak sekali limbah daun kering yang berserakan. Jika biasanya limbah daun kering di sekitar kita sering dianggap sebagai sampah semata, lalu hanya bisa dibakar dan dibuang begitu saja, ternyata daun kering bisa dimanfaatkan menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomis.

Contohnya seperti yang dilakukan oleh Amirul Rizky, pemuda dari Desa Porong, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Dari kelincahan tangannya, pemuda yang berusia 22 Tahun ini mampu merubah daun kering dan bisa memiliki karya seni yang sangat indah, dengan sabar ia begitu telaten menyayat setiap jengkal daun kering secara detail.

Bagi Amirul seni merupakan cara pandang yang berbeda terhadap dunia ini, Amirul juga menjelaskan awal mula idenya, “Awalnya saya berfikir mengapa tidak ada orang yang memperhatikan daun kering di sekitar kita, mereka kebanyakan mengabaikan dan menginjaknya begitu saja tanpa melihat sisi indah dari daun kering tersebut”, paparnya.

Amirul bahkan juga pernah memeberikan karya seninya ini untuk Budayawan Emha Ainun Najib  (Cak Nun), ketika beliau berulang tahun, tidak hanya itu, bahkan beberapa karyanya juga pernah ikut serta dalam event ‘Hari Seni Cokro’ di angkringan yang biasa dikenal dengan nama Warkop Mbah Cokro Kota Surabaya.

BACA JUGA :  Cegah Wabah DB, PAC GP Ansor Bersama Mahasiswa UM Ponorogo Adakan Sarasehan

Labih lanjut Amirul menuturkan, “Tujuan utama saya adalah untuk mengispirasi para pemuda, bahwasannya rejeki itu bisa datang darimana saja, bahkan dari daun kering yang mungkin dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Akan tetapi dengan sentuhan seni, sebuah daun kering dapat memiliki nilai lebih, bahkan bernilai ekonomis,” pungkas Amirul Rizky.

Reporter : Rifqi Ramadhani

Editor: Milada RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here