Mojokerto
Suasana Kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diikuti 50 orang terdiri dari perangkat desa. tokoh masyarakat setempat, relawan desa, TNI, Polri dan BPBD dengan fasilitator Nasional, Desa KembangBelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/2/2021). (Rama/PIJARNEWS.ID)

MOJOKERTO, PIJARNEWS.ID – BPBD Kabupaten Mojokerto menggelar kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), Desa KembangBelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/2/2021).

Pembentukan itu memanfaatkan anggaran yang bersumber dari bantuan APBD Provinsi Jatim melalui BPBD Provinsi Jatim,bertempat di Balai Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet. Acara ini dihadiri acara dihadiri oleh Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini, Perwakilan BPBD Jatim, serta Anggota DPRD Komisi E, Provinsi Jatim, Suwanto.

Dalam sambutannya, Muhammad Zaini, menekankan, Kabupaten Mojokerto saat ini menghadapi 9 ancaman bencana hidrometeorologi. Antara lain Banjir, Tanah Longsor, Banjir Tanah Longsor, Air Bah, Angin kencang, Angin Puting Beliung Kebakaran Hutan , Kebakaran lahan , Kekeringan , Erupsi Gunung Welirang, dan Gempa Bumi dampak sesar waru.

“Khusus Desa Kembang Belor pada 18 Februari 2020 pernah terjadi banjir yang menggenangi Ponpes. Amanatul Ummah. Serta banjir bandang yang merusak badan jalan belakang pondok dan sarana prasarana jalan lainnya. Dari pengalaman tersebut, sesuai peta rawan bencana yang ada desa kembang belor diusulkan ke BPBD Provinsi untuk memperoleh bantuan pembentukan desa tangguh bencana,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Suwanto, menyatakan, akan mengawal dan membantu mengantarkan pembentukan Destana. Insya Allah, setiap tahun 3 desa melalui APBD Provinsi sehingga target pembentukan destana oleh BPBD Kabupaten mojokerto diharapkan cepat tuntas.

“Saya juga mengingatkan agar tetap mematuhi Prokkes, karena masih dalam masa pandemi,”.ujar politisi Fraksi Nasdem tersebut.

BACA JUGA :  Ketua Bawaslu Mojokerto: Potensi Kerawanan Pemilu Harus Segera Dipetakan

Pembukaan giat ditutup dengan pembagian masker dan penanaman Pohon di Bantaran sungai.Jumlah peserta 50 orang terdiri dari perangkat desa. tokoh masyarakat setempat, relawan desa, TNI, Polri dan BPBD dengan fasilitator Nasional.

Sebagai informasi setelah pelatihan destana, dilanjutkan pembentukan sekolah, desa, atau pondok aman bencana, dengan anggaran APBD Kabupaten Mojokerto. Sehingga, desa Kembang Belor bisa paripurna dalam menghadapi bencana tahun ini.

“BPBD Kabupaten Mojokerto baru mampu membentuk destana 10 desa dari target sebanyak 50 desa. Tahun 2021 akan dibentuk lagi 2 desa. Sedangkan sekolah aman bencana baru 2 sekolah. Lalu perempuan tangguh 2 di wilayah Kecamatan Pacet dan Gondang. Hingga puskesmas tangguh wilayah Gondang,” tuntas Zaini. (ram/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here