Kotaku
Foto: www.wartabos.com

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Usaid Iuwash Plus merupakan sebuah inisiatif untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku higiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

Usaid Iuwash Plus bekerja sama dengan instansi pemerintah dan donor, pihak swasta, LSM, kelompok masyarakat dan mitra lainnya untuk mencapai hasil utama, yaitu pertama peningkatan akses untuk kualitas layanan air minum yang lebih baik bagi 1,1 juta penduduk perkotaan, di mana 500.000 di antaranya adalah penduduk dengan 40% tingkat kesejahteraan terendah dari total populasi (yang juga disebut sebagai B40). Kedua, peningkatan akses untuk layanan sanitasi yang aman bagi 500.000 penduduk perkotaan.

Usaid Iuwash Plus bekerja sama dengan 35 Pemerintah Daerah di Indonesia yang tersebar di 8 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua, serta 2 daerah khusus, yaitu DKI Jakarta dan Kabupaten Tangerang.

Kotaku sendiri merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di perkotaan dan mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Program Kotaku dalam pelaksanaannya menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kota/kabupaten, masyarakat dan stakeholder lainya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaku utama (nakhoda).

Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan dan mencegah timbulnya permukiman kumuh baru dalam rangka untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan.

Kedua program tersebut mempunyai tujuan mulia untuk penyehatan lingkungan di sektor air minum, sanitasi, perilaku hygiene maupun permukiman kumuh. Di mana salah satu area kerja ada di Kota Surabaya.

BACA JUGA :  Perbaiki Atap Rumah, Pria di Surabaya Wafat

Pada Rabu (17/2/2021), mereka melakukan koordinasi untuk pelaksanaan program yang kolaboratif tahun 2021. Koordinator Kotaku Surabaya Abdus Salam mengatakan bahwa program kolaboratif sangat diperlukan, supaya semakin cepat terselesaikannya program penyehatan lingkungan.

Salam, yang merupakan Ketua Dewan Pembina IPSPI Jawa Timur dan saat ini sedang menyelesaikan studi S3 di Universitas Brawijaya menambahkan bahwa sudah sejak lama kami melakukan kerja-kerja kolaboratif. Area delinasi yang saat ini menjadi area kerja Kotaku mempunyai irisan dengan area dampingan kerja Usaid Iuwash Plus, sehingga tepat jika berkolaborasi.

Okto, Wash fasilitator Usaid Iuwash Plus Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo menyatakan bahwa akan sangat mudah melakukan kegiatan bersama-sama.

“Kami biasanya melakukan koordinasi, baik itu formal maupun informal. Biasanya kami sharing program kerja tahunan, lokasi kerja hingga kegiatan yang akan dilaksanakan, tentunya dari masing-masing pihak akan berkontribusi sesuai bidangnya,” imbuhnya.

Program yang sudah berjalan ini, mengingatkan kembali saat kedua lembaga tersebut melakukan kolaborasi saat pembangunan IPAL Komunal di jalan Mrutu Wonokusumo, yang merupakan area delinasi Kotaku. Pada tahun 2019. Kotaku melakukan pendampingan permukiman dan persampahan serta mendampingi pembangunan IPAL Komunal.

Usaid Iuwash Plus berkotribusi dalam hal teknisnya, seperti melatih Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pada sosialisasi pra konstruksi maupun penguatan Kelompok Pemelihara dan Pengguna (KPP) IPAL Komunal untuk dapat mengelola IPAL Komunal dengan baik.

Kegiatan tersebut hanyalah salah satu kegiatan kolaboratif yang dapat dilakukan. Tentunya dukungan kebijakan maupun sumber daya, baik dari Pemerintah Kota Surabaya, masyarakat dan pihak lain sangat diperlukan untuk menjadikan program-program penyehatan lingkungan semakin cepat terealisasi. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here