Disdik
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. (Yayan/PIJARNEWS.ID)

SAMPANG, PIJARNEWS.ID – Jumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang berjumlah 619 lembaga. Diantaranya, SD Negeri sebanyak 619 dan SD Swasta berjumlah 94 lembaga.

Namun hingga saat ini, Disdik Sampang belum mengkantongi presentase sekolah yang tergolong rusak. Seperti rusak ringan, sedang dan berat. Hal itu diakui Kabid Pembinaan SD Arif Budiansor. “Memang sampai saat ini kami belum tau jumlahnya,” ungkapnya.

Sedangkan saat ini dirinya telah melakukan inventarisir jumlah sekolah katagori rusak, untuk mengetahui kerusakan Sarana Prasarana (Sarpras) di masing-masing lembaga. “Per tanggal 10 Januari kami kirim surat ke setiap sekolah melalui koordinasi tingkat Kecamatan, batas akhir tanggal 28 Februari,” katanya, Kamis (18/02/2021).

Validasi tersebut akan dilakukan setiap tahun. Arif juga menyampaikan, pihak lembaga tinggal mengisi sesuai denah sekolahnya.

Arif menambahkan, yang rusak ringan menggunakan dana BOS dengan presentase kerusakan 10-45 persen. Sementara 45-65 rusak sedang dan 65-100 persen menggunakan dana DAU, DAK ataupun APBD. “Yang ringan saya harapkan bisa diperbaiki melalui dana BOS, klasifikasi seperti yang saya sebutkan,” pesannya.

“Kadang pihak sekolah yang rusak ringan dibiarkan sampai rusak parah. Bisa faktor sengaja membiarkan, kurang pemeliharaan. Ditanya anggaran rehap sekolah, dia berdalih tidak hafal. “Jumlah pastinya saya kurang hafal mas,” kilahnya.

Sementara, Amin Arif Tirtana Wakil Ketua DPRD Sampang menyanyangkan Disdik tidak mengantongi jumlah kerusakan sekolah. Padahal, secara keseluruhan pendataan tersebut telah dilakukan melalui sistem Dapodik. “Mungkin saja tidak punya data terbaru saja,” ujarnya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Minta Seluruh Wartawan Segera Divaksin COVID-19

Jika tidak memiliki data tersebut, Amin Arif Tirtana menilai Dinas tidak berpedoman dalam menyusun program kependidikan termasuk Sarpras. Sebab, sistem Dapodik sebagai dasar dan atau acuan menyusun program dalam meningkatkan kualitas pendidikan. “Saya kira Dinas lebih faham dalam pengelolaan dan menyusun program,” singkatnya. (yan/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here