EBT
Ilustrasi PLTN. (Foto/iStockphoto)

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Disrupsi energi sedang terjadi saat ini. Vice President Downstream Research & Technology Innovation Pertamina Pertamina Andianto Hidayat menyebut perusahaan migas global mulai beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Pertamina pun sedang melakukan langkah serupa. Perusahaan menggenjot pemakaian energi bersih dan membuka peluang mengembangkan nuklir.

Untuk masuk ke energi nuklir, perusahaan pelat merah tersebut telah melakukan kajian. Namun, implementasinya masih akan menunggu kebijakan pemerintah.

“Kalau memungkinkan kami ke energi nuklir ramah lingkungan dan memiliki aspek keselamatan yang tinggi,” ujarnya dalam NRE and Energy Storage: The Future of Pertamina – Webinar, Rabu (17/2/2021).

Rencana penggunaan energi nuklir di Indonesia hingga kini masih menuai pro dan kontra. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia alias METI baru-baru ini pun mendorong pemerintah untuk mengeluarkan nuklir dalam pembahasan rancangan undang-undang energi baru terbarukan atau RUU EBT.

Energi itu diusulkan masuk dalam revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran. Ketua Umum METI Surya Darma menyampaikan usulan ini bukan untuk membuat dikotomi antara energi terbarukan dan nuklir. “Seolah-olah kami anti dengan yang lain. Ini yang kami hindari,” ujarnya.

Ia merekomendasikan nuklir masuk dalam undang-undang tersendiri. “Supaya tidak rancu pemanfaatan penggunaan energi terbarukan,” katanya.

RUU EBT telah masuk dalam daftar prioritas program legislasi nasional atau Prolegnas 2021. Harapannya, pengesahan menjadi lebih cepat.

BACA JUGA :  Direnggut Covid-19, Satu Keluarga di Ponorogo Meninggal Dunia

Anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman mengatakan masih banyak poin-poin yang perlu perbaikan. Pihaknya terbuka untuk mendengar semua masukan dari berbagai kalangan.

“Tentu itu semua akan kami diskusikan di dalam Panitia Kerja RUU EBTKE,” katanya pada akhir Januari lalu.

Hingga sekarang, DPR masih menggodok agar pembahasan draf tersebut dapat segera rampung tahun ini. Untuk diskusinya, saat ini telah masuk pembahasan naskah akademik dan meminta masukan dari berbagai pihak. “Insya Allah tahun ini kami selesaikan,” tandasnya. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here