SMAN 1
Gedung pencetak siswa berprestasi. (Foto/Thoriqohti Hamdillah)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sekaran tidak kehabisan cara untuk berprestasi meski pandemi. Banyak penghargaan yang diperoleh sekolah ini. Salah satunya tim karya ilmiah remaja (KIR) yang sering menjuarai berbagai lomba bussines plan, baik tingkat regional maupun nasional.

Terakhir, tim KIR SMA Negeri 1 Sekaran menjuarai  kejuaraan inovasi bisnis pangan kreatif. Di bidang nonakademik pun tidak kalah. Kejuaraan baris-berbaris, banjari, dan sejumlah pertandingan cabang olahraga yang berhasil dijuarai siswa dari SMAN 1 Sekaran.

Di bidang keagamaan, sekolah ini melahirkan banyak penghafal quran. Tidak sedikit yang berprestasi di bidang agama. Peningkatan sumber daya memang menjadi salah satu program  SMA negeri yang berusia hampir 22 tahun itu.

“Semakin tinggi kualitas sumber daya, semakin tinggi juga output yang dihasilkan. Maka dari itu, kita harus senantiasa belajar. Tidak hanya peserta didik yang belajar, guru pun juga selalu belajar dan terus meningkatkan kualitas dirinya,” kata Kepala SMA Negeri 1 Sekaran Agus Hariono.

“Dengan sumber daya berkualitas tinggi, baik sumber daya manusia maupun fisik, diharapkan bisa menumbuhkan banya prestasi. Jadi, meskipun SMA Negeri 1 Sekaran letaknya di kecamatan, kualitas tidak boleh kalah dengan lainnya,” imbuh pria yang juga menjadi Asisten Manajer Persela Lamongan tersebut.

SMA Negeri 1 Sekaran juga berupaya meningkatkan pelayanan dari sisi non-akademik. Beberapa lapangan sebagai arena olahraga dibangun. Seperti arena tarung derajat. SMA Negeri 1 Sekaran dikenal banyak menghasilkan atlet-atlet cabor bela diri tersebut.

“Lapangan di sini digunakan sebagai arena latihan tarung derajat, siswa kami juga banyak yang juara,’’ ujar Agus Hariono, yang juga menjadi referre assesor liga 1 itu.

BACA JUGA :  Pandemi, Kebijakan Pemerintah dan Ekspresi Masyarakat

Saat ini, SMAN 1 Sekaran memiliki lapangan voli, lapangan basket, dan arena tarung derajat. ke depan, Agus berencana membuat lapangan futsal menggunakan rumput sintetis.

“Setelah ini rencana akan dibangun lapangan futsal sintetis. Rancangan sudah matang, tinggal kita realisasikan dalam waktu dekat,” ujar Agus yang pernah menyabet gelar guru berprestasi saat menjadi guru PJOK.

SMA negeri 1 Sekaran akan menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki lapangan futsal sintetis. ‘’Setelah adanya lapangan futsal sintetis, saya berharap akan semakin banyak atlet-atlet futsal berprestasi dan tentunya profesional yang terlahir dari sekolah ini,’’ harapnya.

Sebagai kepala sekolah yang memiliki banyak pengalaman di bidang olahraga, Agus ingin menginterpretasikan ilmunya untuk kemajuan sekolah.

“Nantinya saya ingin sekolah ini menjadi gudang atlet berprestasi, maka dari itu kita persiapkan segala fasilitas yang menunjang,’’ ungkap pria yang pernah menjadi narasumber nasional K13 dan juga narasumber nasional Guru Pembelajar/PKB Mapel PJOK itu.

Tahun ini menjadi tahun ketiga SMA Negeri 1 Sekaran menyelenggarakan SMA double track. Banyak wirausahawan yang terlahir dari sekolah ini.

“Alumni kita banyak yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Namun ada juga yang tidak melanjutkan pendidikan. Nah, dengan adanya program double track ini bisa memfasilitasi peserta didik yang tidak melanjutkan pendidikan. Mereka dibekali ketrampilan usaha dan diharapkan nanti menjadi wirausahawan,’’ kata Agus.

Ada tiga program double track yang diselenggarakan SMA Negeri 1 Sekaran. Yakni, tata boga, tata busana, dan desain grafis. Masing-masing kelas double track itu mendatangkan pengajar dari kalangan profesional. Sehingga ilmu yang didapatkan tidak sekadar teori. Tapi juga langsung praktik. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here