Baznas
Penyaluran zakat kepada warga oleh Baznas Kabupaten Lamongan. (Foto/Dok.Baznas Kab Lamongan)

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Tebal tiga tahun berdiri, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, Baznas Kabupaten Lamongan telah berhasil mengumpulkan zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS) sebanyak Rp2.683 miliar

Kesuksesan lembaga pengelola zakat ini tidak terlepas dari dukungan para muzakki dan munfiq. Selanjutnya, melalui lima program unggulannya, Baznas Lamongan telah melakukan pentasharufan dana ZIS sebanyak Rp2.467 milar.

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Lamongan Rusgianto seiring waktu pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan serta responsif terhadap kualitas pelayanan dan kuantitas penerima manfaatnya.

‘’Pada awal-awal beroperasi, Baznas Kabupaten Lamongan hanya bisa mentasharufkan ZIS yang terkumpul kepada 2.000 mustahik (penerima). Namun saat ini semakin bertambah mustahik penerima manfaat dari ZIS yang terkumpul di Baznas Kabupaten Lamongan, yakni sekitar 7.500 mustahik,’’ tuturnya, Selasa (16/2/2021).

Ia memaparkan, Baznas Kabupaten Lamongan memiliki lima program unggulan, yaitu: Lamongan Cerdas, Lamongan Sehat, Lamongan Berdaya, Lamongan Peduli, dan Lamongan Taqwa.

Program-program tersebut bertujuan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan perekonomian masyarakat.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil itu mencontohkan, program Lamongan Peduli adalah salah satu program unggulan Baznas Kabupaten Lamongan yakni Satu Desa Tiga Mustahik. Dan tercatat sebanyak 1.422 mustahik dari 474 desa se-Kabupaten Lamongan mendapat bantuan sebesar Rp 1,2 Juta setiap tahun yang diterima per semester.

BACA JUGA :  Survei DSI: Jalan Rusak Masih Jadi Masalah Utama di Kabupaten Lamongan

“Ke depan, mudah-mudahan bisa bertambah jumlah mustahik penerima manfaatnya. Tentunya dengan menyesuaikan ZIS yang terkumpul,’’ paparnya.

Selain disalurkan untuk kelima program tersebut, masyarakat yang menyetorkan ZIS melalui Baznas Kabupaten Lamongan juga akan mendapatkan privilege pengurangan setoran pajak.

Berdasarkan UU No.23 Tahun 2011 ayat 2 tentang Pengelolaan Zakat, bukti setoran zakat dapat digunakan sebagai pengurang penghasilan kena pajak.

“Jadi kewajiban sebagai seorang muslim untuk membayar zakat tetap terpenuhi, kewajiban sebagi warga negara untuk membayar pajak juga tetap terpenuhi. Negara sudah punya kebijakan untuk itu. Jadi, di samping punya NPWP (nomor pokok wajib pajak), juga punya NPWZ (nomor pokok wajib zakat),” paparnya.

Ia pun mengajak masyarakat Kabupaten Lamongan agar tidak ragu dan mempercayakan pengelolaan ZIS melalui Baznas Kabupaten Lamongan. Sebagai lembaga yang kredibel, pengumpulan maupun penthasarufan ZIS dilakukan secara transparan, efektif, serta dapat diakses oleh masyarakat umum. (fzi/mad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here