Citra, Aplikasi Pendidikan Karakter Buatan Mahasiswa UMM

0
25
Citra
Aplikasi penanaman dan pendidikan karakter anak berbasis cerita rakyat buatan mahasiswa UMM. (Fauzi/PIJARNEWS.ID)

MALANG, PIJARNEWS.ID – Sekelompok mahasiswa Universitas Muhamadiyyah Malang (UMM) menggagas aplikasi penanaman dan pendidikan karakter anak berbasis cerita rakyat bernama Citra.

Aplikasi ini diciptakan sebagai sarana pembentuk karakter pada anak usia 7-18 tahun. Adapun pemilihan nama Citra merupakan akronim dari Cerita Rakyat.

Tim peramu aplikasi ini terdiri dari tiga mahasiswa yaitu Nurliawati Dide, Syahrotul Latifah, dan Alvi Syauqie. Dide menceritakan bahwa ide pembuatan aplikasi ini berasal dari keresahannya terhadap tontonan anak yang tidak sesuai dengan usia anak-anak.

“Ketidaksesuaian tontonan dan usia anak ini menyebabkan anak jadi mencontoh perilaku buruk. Perilaku-perilaku buruk tersebut berupa perundungan, pencurian, tawuran hingga malas belajar,” kata mahasiswa asal Maluku Tengah tersebut, Sabtu (20/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa pembuatan aplikasi ini didasarkan atas program pemerintah yaitu PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) pada jenjang pendidikan dengan dibentuknya 5 nilai karakter utama pada anak yaitu: religius, gotong royong, mandiri, integritas, dan nasionalis.

“Selain mengambil dasar dari PPK, dalam pembuatan aplikasi ini kami juga membagi materi cerita per jenjang pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Hal ini dilakukan agar para siswa dapat memperoleh materi sesuai dengan usia dan jenjang pendidikannya,” lanjutnya.

Ia pun menjelaskan cara kerja aplikasi tersebut. Pada menu utama, aplikasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu SD, SMP, dan SMA. Kategori tersebut kembali dibagi menurut tingkatan kelas di jenjang SD-SMA. Setelah siswa memilih kelas, kemudian aplikasi akan memunculkan cerita rakyat dan permainan.

BACA JUGA :  Mahasiswa Thailand Belajar Budaya Indonesia di Fisip UMM

“Masing-masing jenjang memiliki cerita dan permainan yang berbeda. Pada jenjang SD cerita rakyat berisi sinopsis bersuara. Lalu tampilan akan berganti secara otomatis menjadi video animasi. Di jenjang SMP dan SMA cerita rakyat dikemas dalam bentuk komik,” ujarnya

“Detailnya, untuk SMP kami menggunakan permainan kuis bola yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait isi cerita rakyat. Sementara di jenjang SMA kami menggunakan permainan kata baku yang dikemas dalam bentuk roda berputar,” jelas mahasiswa pendidikan Bahasa Indonesia tersebut.

Dide dan tim mengajukan rancangan ini pada Program Kreativitas Mahasiswa – Karsa Cipta (PKM-KC) 2020 dan lolos sampai pada tahap pendanaan Ditjen Dikti. Saat ini, pembuatan aplikasi Citra telah sampai pada tahap desain prototipe aplikasi. Selanjutnya, aplikasi ini akan di daftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Saya berharap ketika aplikasi ini telah di rilis dan di sebarkan ke masyarakat dapat membantu anak-anak dalam proses pembelajaran karakter,” tandasnya. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here