Limbah Medis Mengalami Kenaikan Pesat Selama Pandemi

0
34
Limbah
Petugas kebersihan yang sedang membersihkan limbah medis. (Antara Foto/M. Ibnu Chazar)

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Masker hingga alat pelindung diri (APD) harus digunakan untuk menghindari penularan Covid-19. Hal itu menyebabkan limbah medis semakin meningkat kala pandemi.

Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19 Lia Partakusuma bahkan mengatakan limbah medis naik dua kali lipat. Dari hitungan Satgas dan WHO, limbah pasien di rumah sakit yang bukan Covid-19 hanya 0,686 kilogram per hari.

“Jumlahnya menjadi 1,88 kg per hari pada pasien Covid-19. Naiknya hampir dua kali lipat,” katanya, Jum’at (19/2/2021).

Agar limbah masker itu tidak merusak lingkungan dan menjadi saran penularan virus corona, lanjutnya, rumah sakit atau fasilitas kesehatan harus mengikuti prosedur pengelolaan yang benar. Limbah medis yang ada harus dimasukkan ke kantong plastik kuning, diberikan disinfektan, kemudian dikunci di dalam tempat sampah tertutup dan diberikan desinfektan kembali.

Selanjutnya, sampah dikirim ke tempat penampungan sementara. Kemudian, dibakar dengan suhu 800 derajat celsius jika rumah sakit memiliki insinerasi. Jika tidak memiliki insinerasi, pihak rumah sakit bekerjasama dengan pihak ketiga.

Pihak ketiga disebutlah yang akan mengangkut limbah medis dan membakarnya. Apabila dilakukan dengan benar, limbah medis dari pasien Covid-19 tidak menularkan virus corona.

Tidak hanya rumah sakit, masyarakat juga perlu berperan dengan aktif dalam mengelola sampah medis terutama masker. Masyarakat diharapkan memiliki tempat pembuangan khusus untuk masker atau dropbox sehingga petugas yang mengangkut mudah untuk memisahkan dengan sampah lainnya.

BACA JUGA :  Bupati Pamekasan: Pak Wabup Itu Orangnya Ikhlas

Selain itu, peran serta dari RT dan RW penting untuk memberikan informasi mengenai persebaran warganya yang terkonfirmasi Covid-19. Hal itu untuk memudahkan petugas kebersihan mengambil sampah dan mengetahui wilayah yang memiliki limbah infeksius.

Sistem pengangkutan sampah seperti itu, lanjutnya, telah dilakukan di Jakarta. Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa Jakarta bisa menjadi percontohan dalam pengelolaan limbah masker.

“Meskipun saya tidak tahu merata ke seluruh pelosok DKI atau tidak, tetapi beberapa kali pertemuan dengan Dinas Kesehatan DKI mereka memiliki sistem pengangkutan. Mereka menyampaikan ada kendaraan-kendaraan yang mengangkut dari tempat masyarakat,” ujarnya. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here