Paus
Evakuasi bangkai paus pilot dengan ekskavator. (Antara Foto/Zabur Karuru)

PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan dua unit eskavator untuk memakamkan puluhan paus pilot yang mati usai terdampar di Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura, Sabtu (20/2/2021).

Proses penguburan sendiri dimulai sejak Sabtu (20/2) pagi. Letak penguburan berada di Pantai Modung dengan jarak 70 meter dari bibir pantai dengan kedalaman liang kubur mencapai 5 meter.

“Pemprov siapkan ekskavator untuk evakuasi dan penggalian kubur,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Berdasarkan informasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, diketahui terdapat dua titik penguburan. Titik pertama untuk 25 ekor paus yang telah mati, sedangkan di titik kedua untuk 21 ekor paus.

Namun demikian, terdapat satu paus mati yang harus dikuburkan secara manual karena jaraknya cukup jauh dari titik penguburan, sedangkan 4 sisanya kemungkinan terseret arus ombak saat air laut pasang.

“Proses penggalian dan penguburan juga berjalan cukup lancar dan cepat, serta tidak ditemukan kendala yang berarti. Warga sekitar juga sangat kooperatif selama proses penggalian dan penguburan dilakukan,” ujarnya.

Dalam rangka percepatan, banyak pihak yang terjun dan ikut langsung terlibat dalam proses penguburannya. Selain Pemprov Jatim, Balai Besar KSDA Jatim, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, para relawan dan pegiat lingkungan, tokoh masyarakat, Forum Koordinasi di tingkat Kecamatan Modung, Bangkalan, serta perwakilan akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak termasuk para nelayan dan relawan, sehingga masalah paus yang terdampar ini bisa segera kita atasi bersama,” kata dia.

BACA JUGA :  Atasi Ketidaksinkronan Data, Pemprov Jatim Siapkan Program Jatim Connect

Khofifah menyampaikan, ia terus berkoordinasi dengan Tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut untuk mengetahui penyebab terjadinya paus terdampar di daerah Modung, Bangkalan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga akan terus memperbarui informasi terkait penelitian sampel dari ikan paus mati yang dilakukan oleh FKH Unair Surabaya.

“Kami akan terus meng-update¬†untuk sampel paus mati yang dilakukan oleh FKH Unair. Hasil penelitian ini penting sebagai rekomendasi, agar kita bisa melakukan pencegahan sehingga tidak sampai terjadi kejadian yang sama,” tandasnya.

Pada Kamis (18/2), kawanan Paus Pilot atau Globicephala dilaporkan terdampar di Perairan Pantai Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Berdasarkan data per Jum’at (19/2) terdapat setidaknya 52 paus yang terdampar. 49 di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan mati, sedangkan 3 ekor lainnya masih hidup dan sudah dikembalikan lagi ke laut lepas.

Namun demikian, per hari ini Sabtu (20/2) dua ekor paus yang telah diupayakan kembali ke laut lepas, ditemukan mati meskipun telah dicoba hingga 4 kali pengembalian. Sehingga, hanya 1 ekor yang berhasil kembali ke laut lepas dan akan terus dipantau perkembangannya.

Seluruh paus pilot itu diduga terdampar akibat cuaca ekstrem yang menimbulkan gelombang tinggi di selatan Jawa dalam beberapa hari terakhir. (fzi/mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here