Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Lingkungan · 30 Mei 2024 19:12 WIB ·

BPBD Kabupaten Pasuruan Tentukan Titik Waspada Dampak Musim Kering


					Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Perbesar

Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan

PASURUAN, PIJARNEWS.ID – Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan telah menentukan beberapa titik untuk mewaspadai musim kering yang akan segera melanda Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan bahwa saat ini sudah memasuki musim kering, namun beberapa hari belakang masih turun hujan.

Dalam pemetaannya, Sugeng mengatakan ada tiga Desa di Kabupaten Pasuruan yang sudah terbebas dari kekeringan. Ketiga desa tersebut yakni satu desa dari Kecamatan Gempol yakni Desa Bulusari, dan dua desa di Kecamatan Winongan yakni Sumber Rejo dan Jeladri.

Diketahui selama ini menurut data yang dimiliki oleh BPBD Kabupaten Pasuruan ada 22 desa di 6 kecamatan yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Dengan demikian, desa yang terdampak kekeringan akan berkurang dan akan menjadi 19 desa yang akan mengalami kekeringan nantinya.

“Untuk Desa Bulusari itu alat penyaluran airnya sudah diperbaiki, jadi untuk distribusi air sudah teratasi, karena memang sebelumnya untuk pemasangan alat disana sangat susah terpasang dengan kondisi yang terbilang ekstream. Begitu pula di dua desa Kecamatan Winongan alatnya juga sudah terpasang dan sudah mulai digunakan,” ujarnya pada Kamis (30/5/2024)

Tak hanya itu Sugeng juga merencanakan penambahan dua armada tengki untuk pengiriman air bersih di wilayah yang terdampak. Sehingga nantinya akan ada total empat armada tengki air bersih yang dimiliki oleh Pemkab Pasuruan, dikarenakan selama ini untuk pendistribusian air bersih masih mengandalkan CSR dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Sugeng juga mengatakan bahwa saat ini hujan masih sering turun di Kabupaten Pasuruan, sehingga dirinya mengharapkan untuk masyarakat menyediakan tandon pengisian air untuk berjada saat kekeringan melanda. Dirinya juga menyarankan agar setiap desa memiliki sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

“Selain membuat penampungan air bersih dari tadahan air hujan, kami juga menyarankan agar setiap desa memiliki satu sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari. Karena Pj Bupati menginginkan agar angka kekeringan di Kabupaten Pasuruan turun hingga 0 persen,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

BPBD Jateng: Total 21 Desa, 14 Kecamatan, 7 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan

10 Juli 2024 - 21:05 WIB

DPMD Kabupaten Situbondo: Tiap Tahun Ada Penambahan Status Desa Mandiri

10 Juli 2024 - 21:01 WIB

BPBD Jatim: 13 kabupaten di Jawa Timur dinyatakan siaga kekeringan

10 Juli 2024 - 13:32 WIB

Ketua APEKSI Dukung Konsep Tata Kelola Perkotaan yang Ramah Lingkungan

5 Juni 2024 - 08:20 WIB

Wahid Foundation Selenggarakan Eco-Peace Forum 2024

25 Mei 2024 - 21:03 WIB

Kemendes PDTT Ingatkan Pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) BUMDes di Setiap Desa

19 April 2024 - 08:24 WIB

Trending di Lingkungan