Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Pendidikan · 8 Jul 2024 18:52 WIB ·

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman


					Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. dan CEO Eurojob Jerman, Mr. Marco Kunert, Saat UMM menjajaki kerjasama dengan Eurojob Jerman. Perbesar

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. dan CEO Eurojob Jerman, Mr. Marco Kunert, Saat UMM menjajaki kerjasama dengan Eurojob Jerman.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus berupaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan profesional, baik di dalam maupun luar negeri. Pada Senin (8/7/2024) kemarin, UMM menjajaki kerjasama dengan Eurojob Jerman dalam aspek SDM yang disiapkan untuk berkarya di Jerman.

CEO Eurojob Jerman, Mr. Marco Kunert menjelaskan salah satu tantangan terbesar SDM Indonesia untuk bekerja di Jerman adalah kendala bahasa. Padahal persyaratan bahasa menjadi kunci agar bisa diterima di berbagai sektor. Misalnya saja calon pekerja harus memiliki level A2 untuk berkarya di bidang tataboga, perhotelan, dan lainnya.

“Jerman sangat terbuka dengan peluang-peluang pekerjaan bagi SDM negara lain. Banyak bidang yang masih memerlukan pegawai ahli seperti perawat, chef, pekerja kelistrikan, mekanik di pabrik-pabrik besar seperti BMW, fisioterapis dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selain kemampuan bahasa, untuk bisa bekerja di Jerman harus memiliki pengalaman kerja atau pelatihan di bidang tertentu selama dua tahun. Maka, kerjasama dengan pendidikan tinggi Indonesia tentu akan memberikan proses yang lebih lancar dan mudah. Utamanya dalam mempersiapkan SDM-SDM yang benar-benar bagus dan bisa langsung bekerja tanpa banyak halangan.

Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menjelaskan bahwa bahasa memang jadi halangan. Selama ini, UMM sudah memiliki language center yang mengajarkan bahasa-bahasa asing, seperti bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Arab hingga Prancis. Sehingga, hal ini akan memudahkan jika nanti ada kerjasama untuk persiapan terkait bahasa bagi SDM yang akan bekerja di luar negeri, termasuk Jerman.

“Nanti bisa berkolaborasi dengan Fakultas Vokasi UMM dan mengembangkan program-program. Misalnya saja dengan melaksanakan workshop-workshop penunjang dan pelatihan. Seperti di bdiang mekanik, operator, dan lain sebagainya. Jadi ada program jangka pendek yang bisa langsung dieksekusi,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pawai Ta’aruf Perguruan Muhammadiyah Tebluru Ada Topi Mahkota Hingga Elpiji

18 Juli 2024 - 20:16 WIB

Wamen LHK di UMM Dorong Wisudawan Peduli Alam Indonesia

18 Juli 2024 - 20:12 WIB

Ponpes Internasional Malik Fadjar Langsung Terima Banyak Santri

14 Juli 2024 - 10:14 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila Dasar untuk Moderat Beragama

11 Juli 2024 - 15:06 WIB

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

5 Juli 2024 - 16:34 WIB

PENANDATANGANAN MOU DENGAN PROF. MUN’IM SIRRY DAN KULIAH TAMU: DIALEKTIKA ISLAM HISTORIS DAN NORMATIF DALAM MERESPON ISU-ISU KONTEMPORER

12 Juni 2024 - 16:50 WIB

Trending di Pendidikan