Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Agama · 17 Jun 2024 10:35 WIB ·

Idul Adha di UMM: Spirit Sosial dan Manifestasi Ketakwaan


					Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Perbesar

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si.

MALANG, PIJARNEWS.ID – Ibadah kurban bukan ritual penumbalan, tapi merupakan aktualisasi syukur nikmat sebagai wasilah mendekatkan diri pada Allah SWT. Hal itu ditegaskan Sekretaris Majelis Tabligh Muhammadiyah Dr. Asykuri ibn Chamim, M.Si. dalam khutbah Idul Adha di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (17/6/2024).

Adapun salat id tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar. Lebih lanjut, Asykuri menjelaskan bahwa selain menjadi spirit sosial yang tinggi, kurban juga menjadi manifestasi ketakwaan hamba pada tuhannya.

Kurban sudah ada sejak generasi pertama manusia, yakni sejak adanya Adam. Utamanya saat menengahi dua putranya, Habil dan Qabil yang berselisih. Saat itu, kurban Habil diterima sedangkan saudaranya tidak.

“Ini mengisyaratkan bahwa Allah menerima amal dari orang-orang yang bertakwa. Begitupun dengan derajat ketakwaan dan keikhlasannya. Ini juga adalah etika penghambaan yang hakiki. Bagaimana sebuah kurban harus ikhlas tanpa tendensi atau kepentingan. Jika hanya untuk kepentingan semata, kurban tersebut akan sama seperti Qabil yang tidak diterima oleh Allah,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pesan taqwa tersebut kembali bergema dalam kisah nabi Ibrahim dan Ismail. Mereka diuji dengan perintah kurban untuk menyembelih Ismail yang beranjak dewasa sebagai bentuk ketakwaan. Ini juga mengisyaratkan akan keikhlasan dan kesabaran keduanya. Menerima perintah Allah tanpa ragu dan tanpa syarat.

“Allah juga memberikan pesan tersirat lewat kejadian itu. Salah satunya sebagai kritik akan tradisi kaum pagan yang suka menumbalkan manusia untuk dewa-dewa dan berhala-berhalanya,” katanya.

Ia kembali menjelaskan bahwa dimensi bersyukur erat dengan praksis sosial. Saat ini, sebagian muslim dilimpahi ekonomi yang layak, namun sebagian lainnya masih berkutat dengan kemiskinan. Maka, berkurban menjadi cara bagi muslim untuk meresonansikan syukur nikmat yang sudah diberikan.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengutip Alquran surah Albaqarah ayat 30. Di dalamnya, ada penjelasan bahwa malaikat mempertanyakan keputusan Allah untuk menurunkan manusia ke Bumi. Ia mengajak para jamaah untuk merenungkan tugas khalifah yang diberikan oleh Allah di momen Idul Adha ini.

Misi kekhalifahan manusia sesungguhnya adalah bagaimana manusia melakukan upaya pembinaan dan perayaan untuk memperbaiki kualitas hubungan vertikal dan horizontal. Hubungan manusia dengan tuhannya dan hubungan manusia dengan manusia lainnya.

“Itulah yang mengisyaratkan keseimbangan wasathiyah dan moderat. Dan salah satunya ini dibentuk melalui jiwa yang ikhlas untuk berkurban,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

PCNU Kota Surabaya bagikan Daging Kurban Kepada Warga Non Muslim

18 Juni 2024 - 23:06 WIB

Kuota Jama’ah Haji Jawa Timur Bertambah, Ketum PP Muslimat NU: Terima Kasih Gus Menag

10 Mei 2024 - 18:43 WIB

PP Muhammadiyah Tetapkan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah

20 Januari 2024 - 22:15 WIB

Indonesia dan Arab Saudi Sepakati Kuota Haji Tahun 2024

10 Januari 2024 - 23:31 WIB

Buka MTQ Ke-XXX Tingkat Kabupaten, Bupati Pamekasan Lepas Empat Wakil Jatim di MTQ Nasional

12 September 2022 - 12:01 WIB

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan, DMI Cabang Karangpilang Adakan Pelatihan Bagi Remas.

10 September 2022 - 14:06 WIB

Trending di Agama