Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

News · 6 Mei 2024 16:15 WIB ·

Optimalkan Program Kota Pintar, Pemkot Kediri Gandeng Universitas Brawijaya


					Pemerintah Kota Kediri menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai upaya mengoptimalkan Program Kota Pintar. Perbesar

Pemerintah Kota Kediri menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai upaya mengoptimalkan Program Kota Pintar.

KEDIRI, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kota Kediri menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang sebagai upaya mengoptimalkan Program Kota Pintar. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri Apip Permana, Senin, mengemukakan pihaknya ingin memberikan pencerahan terkait smart city, sekaligus membahas peninjauan kembali Rencana IndukKota Pintar Kota Kediri.

“Untuk masterplan smart city tahun 2020 sampai sekarang belum pernah ditinjau kembali. Oleh karena itu Pemkot Kediri menggandeng Fakultas Ilmu Komputer UB Malang melakukan review masterplan tersebut, sehingga bisa dilakukan evaluasi jika ada kekurangan dan kelemahan serta dapat menyesuaikan dengan perkembangan Kota Kediri saat ini,” ujarnya pada Minggu (5/5/2024).

Apip menambahkan smart city merupakan suatu keharusan yang harus diterapkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Di Kota Kediri, konsep smart city telah diadopsi dalam konsep pembangunan perkotaan yang pengelolaannya berbasis TIK dan non-TIK. Konsep tersebut telah dituangkan dalam Masterplan Smart City Kota Kediri Tahun 2020 sampai dengan 2029

“Diharapkan pemerintah daerah bisa cerdas melayani masyarakat, cerdas di sini berarti lebih efisien, efektif, dan bisa dipertanggungjawabkan bukan semata-mata karena IT saja. Jadi smart itu kemanfaatannya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya sebagaimana dikutip Antara.

Ia menambahkan dalam waktu dekat juga melakukan survei yang melibatkan akademisi UB ke beberapa OPD untuk menggali informasi tentang rencana kerja OPD terkait smart city. Apip mengatakan juga diperlukan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antar-OPD di Pemkot Kediri.

Sementara itu perwakilan dari Fakultas Ilmu Komputer UB Widhy Hayuhardhika mengungkapkan membangun kota pintar bukan hanya dilakukan pemerintah daerah saja, namun semua pihak harus terlibat dan berkolaborasi.

Untuk itu, enam pilar kota pintar yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society dan smart environment yang tertuang dalam rencana induk bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.

“Kota bukan hanya milik pemerintah daerah saja, namun juga masyarakatnya dan seluruh stakeholder. Membangun kesiapan smart city tidak hanya dari sisi teknologi, namun ada struktur, infrastruktur dan super struktur mulai kebijakan, dan SDM,” paparnya.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Provinsi Jabar Jadi Daerah Terpadat Di Idonesia

20 Juli 2024 - 16:01 WIB

Kadin DPMD Blitar Pastikan Anggaran Gaji Kades Sudah Tersedia

19 Juli 2024 - 20:49 WIB

Pemkab Kudus Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepada 118 Kepala Desa

18 Juli 2024 - 20:09 WIB

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp.51,45 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Tingkat Desa

18 Juli 2024 - 20:03 WIB

Cegah Urbanisasi, Dirjen Bina Pemdes Tingkatkan P3PD

17 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pendamping Desa, Salah Satu Pilar Penopang Kinerja Kemendes PDTT

15 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di News