Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Pendidikan · 12 Jun 2024 16:50 WIB ·

PENANDATANGANAN MOU DENGAN PROF. MUN’IM SIRRY DAN KULIAH TAMU: DIALEKTIKA ISLAM HISTORIS DAN NORMATIF DALAM MERESPON ISU-ISU KONTEMPORER


					Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu bertema Perbesar

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu bertema "Dialektika Islam Historis dan Normatif Dalam Merespon Isu-isu Kontemporer" pada Selasa (11/6/2024)

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu bertema “Dialektika Islam Historis dan Normatif Dalam Merespon Isu-isu Kontemporer” pada Selasa (11/6/2024) dengan narasumber utama Prof. Mun’im Sirry dan Prof. Dr. Syamsul Arifin.

Dalam pemaparannya, Prof. Mun’im Sirry menjelaskan bahwa dalam memikirkan strategi kontemporer, penting untuk menghubungkan titik-titik antara Islam klasik dan kontemporer.

“Untuk memahami Islam saat ini, kita harus memahami konteks historisnya. Sering kali, pentingnya belajar sejarah diabaikan, padahal sejarah memberikan landasan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mengangkat dua pertanyaan penting yang muncul pada abad ke-19: “Apa bukti yang kita miliki bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang koheren?” dan “Seberapa yakin kita bahwa informasi yang terkandung di dalam sumber-sumber tersebut akurat?”

Pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena dalam rentang sejarah, metode yang dikembangkan oleh sarjana modern sering kali tidak menggunakan sumber yang sejaman dengan peristiwa yang dikaji.

“Dengan menggunakan metode kritik historis, kita bisa menyimpulkan banyak hal dari sumber-sumber yang ada.” ungkapnya.

Ia percaya bahwa dengan kesadaran historis yang kuat, iman akan lebih kokoh dan tidak mudah runtuh. Islam menjadi seperti sekarang terjadi secara bertahap, dan dengan kajian historis maka bisa mengetahui mana Islam historis dan Islam normatif. Dialektika Islam historis dan normatif akan berubah sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si memaparkan kajian tentang “Genealogi, Hibritas, dan Orientasi Pemikiran Keislaman Intelektual Muslim di Negeri Islam sebagai Minoritas.l” Menurutnya, ada tiga faktor utama yang mempercepat pertumbuhan populasi Muslim, yakni fertilitas, migrasi, dan konversi.

Acara ini menunjukkan pentingnya kajian Islam historis untuk memperkuat iman dan memperdalam pemahaman kita terhadap Islam dalam konteks kontemporer. Prof. Mun’im Sirry menegaskan bahwa meskipun kritis, kajian tersebut tidak akan mencabut akar keimanan kita.

Setelah kuliah tamu, acara ini dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dengan Prof. Mun’im Sirry.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pawai Ta’aruf Perguruan Muhammadiyah Tebluru Ada Topi Mahkota Hingga Elpiji

18 Juli 2024 - 20:16 WIB

Wamen LHK di UMM Dorong Wisudawan Peduli Alam Indonesia

18 Juli 2024 - 20:12 WIB

Ponpes Internasional Malik Fadjar Langsung Terima Banyak Santri

14 Juli 2024 - 10:14 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila Dasar untuk Moderat Beragama

11 Juli 2024 - 15:06 WIB

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman

8 Juli 2024 - 18:52 WIB

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

5 Juli 2024 - 16:34 WIB

Trending di Pendidikan