Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Lingkungan · 25 Mei 2024 21:03 WIB ·

Wahid Foundation Selenggarakan Eco-Peace Forum 2024


					Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid Perbesar

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid

BANYUWANGI, PIJARNEWS.ID – Wahid Foundation melalui dukungan M21 menyelenggarakan Eco-Peace Forum 2024 dengan tema “Multifaith Movement for a Sustainable Environment” di Desa Damai Bangsring, Kabupaten Banyuwangi, Jum’at (24/5/2024).

Kegiatan ini mempertemukan komunitas anak muda dari berbagai daerah untuk bertukar gagasan serta berinteraksi secara langsung tentang pengelolaan komunitas.

Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid menyampaikan inisiatif tersebut diharapkan dapat menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan alam.

“Kalau sudah ancaman lingkungan hidup itu tidak peduli apapun agama kita. Artinya ancaman lingkungan hidup ini harus kita hadapi bersama-sama, perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam menjaga lingkungan yang menjadi rumah bersama bagi seluruh makhluk hidup,” ungkapnya.

Semangat kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan, lanjutnya, harus menyebar luas melibatkan seluruh elemen masyarakat secara luas dan menjadi gerakan yang berkelanjutan.

Menurut Yenny, terkadang masyarakat terpisahkan oleh identitas yang berbeda-beda, padahal menghadapi ancaman lingkungan, climate change, dan perubahan iklim, yang sama.

“Agama itu kekuatan besar, kekuatan yang bisa menggerakkan manusia melakukan banyak hal. Jadi agama adalah kekuatan yang luar biasa, mari kita sebagai umat beragama kita lakukan langkah untuk menjaga kelestarian hidup,” katanya.

Tantangan lingkungan yang terjadi saat ini sangat kompleks dan mendesak untuk diatasi, kata dia, dan berbagai masalah lingkungan seperti perubahan iklim, polusi udara, pencemaran, deforestasi dan sampah membutuhkan kerja sama multi-pihak.

Sementara itu Koordinator Asia Platform Interfaith Advocacy for Women Human Rights M21 Basel, Wawan Gunawan berharap anak muda yang menjadi peserta ajang tersebut dapat meneruskan perjuangan-perjuangan Gus Dur dalam membangun perdamaian.

“Gus Dur memiliki pemikiran yang sangat luas seperti samudera, ia juga memiliki kasih sayang yang luas seperti lautan. Semoga peserta GDSP yang terdiri dari anak-anak muda ini menjadi penerus Gus Dur dalam memperjuangkan kemaslahatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Begitupun Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani menyampaikan Banyuwangi memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga perlu dijaga bersama-sama dan memerlukan kerja sama lintas sektor.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Wahid Foundation karena melalui kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga membantu kerja-kerja pemerintah dalam upaya menjaga lingkungan hidup, khususnya di Banyuwangi,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

BPBD Jateng: Total 21 Desa, 14 Kecamatan, 7 Kabupaten/Kota Terdampak Kekeringan

10 Juli 2024 - 21:05 WIB

DPMD Kabupaten Situbondo: Tiap Tahun Ada Penambahan Status Desa Mandiri

10 Juli 2024 - 21:01 WIB

BPBD Jatim: 13 kabupaten di Jawa Timur dinyatakan siaga kekeringan

10 Juli 2024 - 13:32 WIB

Ketua APEKSI Dukung Konsep Tata Kelola Perkotaan yang Ramah Lingkungan

5 Juni 2024 - 08:20 WIB

BPBD Kabupaten Pasuruan Tentukan Titik Waspada Dampak Musim Kering

30 Mei 2024 - 19:12 WIB

Kemendes PDTT Ingatkan Pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB) BUMDes di Setiap Desa

19 April 2024 - 08:24 WIB

Trending di Lingkungan