Inovasi Sosial Melalui Sosiopreneurship terhadap Masyarakat Terdampak Bencana di Desa Supiturang Kabupaten Lumajang

masyarakat terdampak bencana
Tim Pengabdian UMM bersama Majelis Pengabdian Masyarakat PDM Kabupaten Lumajang dan Jaringan Petani Muhammadiyah (JATAM), serta komunitas petani berbasis kelompok tani.

LUMAJANG, PIJARNEWS.ID – Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat terdampak bencana di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang melalui program pengabdian masyarakat.

Pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan tersebut dilakukan dengan menjalin mitra bersama Kelompok Tani Sidodadi, Desa Supiturang dan didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Batch 2.

banner 350x525

Dalam pelaksanaannya, Tim Pengabdian UMM bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lumajang, Jaringan Petani Muhammadiyah (JATAM), dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Yana Syafriyana Hijri, Ketua Tim Pengabdian UMM, menjelaskan bahwa kegiatan pemberdayaan ini berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masalah yang ada, termasuk fluktuasi harga dan akses pasar yang terbatas. Semua langkah ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat petani.

“Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta memperbaiki akses mereka terhadap pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.

Terdapat serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat petani yang terdampak bencana. Yakni pengembangan inovasi sosial melalui diversifikasi produk pertanian, serta penguatan entrepeneurship melalui pelatihan digital marketing.

“Implementasi diversifikasi dan pemasaran diversifikasi produk menjadi fokus utama untuk mengurangi risiko yang dihadapi petani. Pelatihan tentang pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, seperti salak, cabe dan tomat, diberikan kepada petani”, ungkapnya.

Pendampingan teknis selama proses ini penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas. Analisis pasar dilakukan secara berkala untuk memahami tren dan permintaan produk. Laporan hasil analisis menjadi pedoman bagi petani dalam menyesuaikan produk dan strategi pemasaran, yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, program ini juga membantu petani dalam mekanisasi alat pertanian berupa mesin pencacah untuk pembuatan pupuk organik. Sehingga kedepan, petani tidak bergantung dengan pupuk subsidi dan pupuk kimia.

Begitupun pembentukan kelompok tani yang aktif juga menjadi fokus, dengan begitu terbangun solidaritas dan saling dukung di antara petani. Melalui sistem informasi pertanian yang dibangun, petani akan lebih mudah mengakses data terkini mengenai harga pasar, rantai manajemen produksi, dan praktik pertanian terbaik.

Program pemberdayaan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga untuk membangun kapasitas dan pengetahuan petani. Sehingga ditargetkan kenaikan pendapatan petani sebesar 30% dalam dua tahun ke depan.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png