RePORT Gelar Diskusi Publik: Mengkaji Indonesia, 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Diskusi publik prabowo

MALANG, PIJARNEWS.ID – Renaissance Political Research and Studies (RePORT) menggelar diskusi publik bertajuk “Mengkaji Indonesia, 2 Tahun Pemerintahan Prabowo” pada Jumat (4/9/2026). Acara yang berlangsung di Kampung Mahasiswa, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengevaluasi secara kritis kinerja dan arah kebijakan pemerintah pusat selama dua tahun terakhir.

Untuk memberikan analisis yang komprehensif, diskusi publik ini menghadirkan tiga pemateri dari latar belakang yang berbeda. Narasumber yang hadir meliputi Penasehat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malang Raya Prof. Wahyudi Winarjo, budayawan Malang Bambang AW, dan Direktur Lembaga Riset Politik dan Hukum PAR Alternatif PAR Andi Saputra.

banner 350x525

Dalam paparannya, Prof Wahyudi menyoroti tentang Asta Cita Presiden sebagai suatu ideologi pembangunan yang berlaku saat ini. Menurutnya, Asta Cita mengadung suatu spirit yang sangat bagus.

“Namun Asta Cita hanya dipakai sebagai, kalau kata Gramsci, sebatas hegemoni ke rakyat. Sehingga ketika nanti ada yang memprotes, akan dijawab setidaknya saya punya cita-cita yang mulia meski belum jalan,” ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana bergulirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagai suatu niat yang bagus, namun struktur yang dibangun mudah untuk dimasuki oleh praktik korupsi dan dimanfaatkan.

“Publik sekarang ini juga mengalami ambiguitas respon. Banyak yang gasuka dengan Prabowo, tetapi kalo diganti masak dia (Gibran). Kita terbelah, psikologi kita terbelah,” paparnya.

Begitupun Bambang AW yang juga menyoroti investasi besar-besaran ke proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, tidak ada jaminan anak yang diberi MBG nanti akan menjadi profesor. Bahkan baru-baru ini, malah menghasilkan keracunan.

“Tatanan pendidikan Indonesia tidak mengarah kesana. Hari ini masih terdapat guru yang hanya digaji 300.000. Saya ragu permasalahan pendidikan dijawab dengan solusi pemberian nutrisi kepada anak,” ungkap nya.

Ia kemudian menguraikan bagaimana negeri Cina  memajukan negara beriringan dengan budaya yang tetap dijaga. Padahal menurutnya, manusia Jawa itu manusia yang hebat, arif, bijaksana, serta memiliki harmonisasi diri dalam mewujudkan cita-cita nya.

“Tapi hari ini, manusia Jawa kocar-kacir. Karena tidak pernah lagi dibimbing oleh keluarga yang paham budaya Jawa. Kalo kata Ronggowarsito itu jamam edan,” katanya.

Lebih lanjut, Andi Saputra membedah evaluasi kepemimpinan Prabowo dalam perspektif hukum dan politik. Ia menyoroti bagaimana UU tentang kabinet negara yang semula berjumlah 34, oleh Jokowi diubah menjadi disesuaikan sebagaimana kebutuhan Presiden. Menurutnya, Jokowi punya misi tertentu dalam perubahan tersebut. Dan akhirnya saat ini Presiden Prabowo terikat dengan berbagai macam hal, termasuk terikat dengan Jokowi.

“Kabinet sekarang itu bukan tim kerja, tapi tongkrongan parpol. Sejak awal anatomi kekuasaan sudah salah. Padalah merit system tidak seperti itu. Komposisi kabinet saat ini tidak sesuai kapasitas, dan problemnya itu sah secara politik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Sosiologi FISIP UMM Awan Setia Dharmawan yang turut hadir dalam diskusi publik tersebut menambahkan evaluasi berjalannya pemerintahan saat ini melalui program PSN food estate.

Menurutnya, food estate adaah bentuk kolonialisasi baru. Banyak daerah di luar sana yang tidak cocok dengan kondisi aslinya namun tetap dipaksakan. Ia juga mempertanyakan bagaimana nasib masyarakat adat yang tanahnya diambil negara untuk pemenuhan food estate.

“Tanah-tanah di daerah itu bukan tanah kosong, tapi tanah yang memang sudah dikelola sejak lama oleh masyarakat adat. Dan kita harus bisa membentuk atau membuat formula baru melawan bentuk kolonialisasi baru,” tegasnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png