PAMEKASAN, PIJARNEWS.ID – Untuk mengatasi krisis air akibat musim kemarau, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, telah mendistribusikan pasokan air bersih kepada 16 desa yang mengalami kekeringan.
Terkait rentang waktu pelaksanaannya, Sekretaris PMI Pamekasan, Hairul Saleh, pada hari Rabu (2/9/2026) di Pamekasan menyampaikan jumlah desa sasaran bantuan distribusi air bersih ini terhitung sejak program bantuan dimulai pada 31 Agustus 2026.
Ia memaparkan bahwa penyaluran air di belasan desa tersebut telah menjangkau 22.772 penduduk, dengan total air bersih yang disalurkan mencapai 490.050 liter. Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bergerak memantau situasi.
“Program bantuan kemanusiaan ini akan terus berlangsung, mengingat hingga kini kekeringan masih berlangsung,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Secara demografis, penerima pasokan air bersih ini didominasi oleh laki-laki sebanyak 52,92 persen, sementara perempuan menyumbang porsi 47,08 persen. Bantuan ini juga merata menyentuh semua kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, hingga masyarakat lanjut usia.
“Akan tetapi, kelompok usia dewasa menjadi salah satu kelompok penerima dengan persentase terbesar, yakni mencapai 60 persen dari total penerima bantuan,” ungkapnya.
Langkah penyaluran air oleh PMI Pamekasan ini sejatinya merupakan implementasi dari program PMI Provinsi Jawa Timur yang diinstruksikan untuk menyasar seluruh kawasan kabupaten dan kota yang dilanda krisis air bersih saat kemarau.
Sebagai gambaran kondisi di lapangan, data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menunjukkan bahwa musibah kekeringan saat ini telah melanda 82 desa yang tersebar di 11 dari total 13 kecamatan di kabupaten tersebut.
Krisis air ini dirasakan oleh warga di 281 dusun, di mana 211 dusun di antaranya berstatus kering langka, sementara 70 dusun lainnya berada pada level kering kritis.














