MALANG, PIJARNEWS.ID – Salah satu lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Cepi Novia Tristantri, namanya tengah bersinar di kalangan wisudawan UMM. Lulusan Prodi Hubungan Internasional (HI) tersebut berhasil meraih segudang prestasi selama masa studinya.
Tak ayal ia dinobatkan sebagai salah satu wisudawan berprestasi pada prosesi wisuda Selasa (19/11/2024) kemarin. Ia memang dikenal sebagai anak muda yang penuh aktivitas dan talenta. Selama berkuliah di UMM, ia turut ikut magang Center of Excellence (CoE), pertukaran mahasiswa ke luar negeri hingga penerima beasiswa Djarum Plus. Ini menjadi bukti nyata dedikasinya untuk meraih prestasi.
Ia menyatakan bahwa, menjadi lulusan terbaik fakultas adalah prestasi yang paling membanggakan baginya. Awalnya ia sempat ragu dan mempertanyakan apakah mahasiswa HI dapat mencapai prestasi tertinggi di fakultasnya. Namun, dengan kerja keras dan dukungan dari orang tua dan dosen, ia akhirnya berhasil menunjukkan kemampuan dan kapabilitasnya.
Ia juga berhasil meraih prestasi lain, seperti menjadi juara esai nasional dan semifinalis dalam ajang bisnis plan nasional. Selain itu, kemampuannya untuk menulis artikel ilmiah patut diacungi jempol. Sampai saat ini, ia telah menerbitkan empat artikel ilmiah di Sinta 3.
Salah satu pengalaman paling berkesannya adalah mengikuti program CoE kelas profesional paradiplomasi. Melalui program ini, ia mendapat kesempatan untuk dapat magang di berbagai lembaga Seperti Bappedalitbang Kota Probolinggo, PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Paiton, dan di PT POMI Paiton (Paiton Operation and Maintenance Indonesia).
Melalui program ini, ia mendapatkan banyak pengalaman berharga dan wawasan yang luas tentang dunia kerja serta mendapatkan gambaran tentang dinamika bekerja di BUMN, pemerintahan dan swasta.
“Saya berharap program CoE ini dapat berlanjut di UMM karena ada banyak sekali manfaatnya. Mahasiswa benar-benar mendapatkan skill yang mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebagai seorang mahasiswa yang aktif, ia memiliki tips khusus dalam mengatur waktu. Ia menerapkan sistem prioritas dalam melakukan kegiatan sehari-hari, lalu membagi waktu untuk kegiatan yang mendesak dan penting.
Selain itu, ia juga rajin mencatat semua kegiatan yang akan ia lakukan guna untuk menghindari dari lupa. Di balik semua kesuksesannya, ia mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya adalah kedua orang tuanya. “Saya ingin membahagiakan orang tua saya selama mereka masih ada, karena umur mereka semakin tua,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan dan kegagalan. Namun, yang terpenting adalah tidak menyerah dan terus berusaha.
“Prestasi tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari prestasi non-akademik. Jika ingin sukses, berbuatlah yang baik dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah Tuhan akan selalu bersama kita,” jelasnya.














