MALANG, PIJARNEWS.ID – Sebanyak 315 mahasiswa baru angkatan 2025 dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti Pelatihan Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) Batch 4 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM.
Program pembentukan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan landasan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ini resmi dibuka pada Senin (11/8/2025) dan dihadiri oleh Wakil Rektor IV UMM, Dr. Salis Yuniardi, M.Psi., beserta jajaran pimpinan Pusdiklat.
Dalam sambutannya, Kepala Pusdiklat UMM, Zen Amiruddin menegaskan bahwa P2KK dirancang untuk lebih dari sekadar memberikan wawasan. Program ini, menurutnya, adalah ladang latihan untuk membentuk kebiasaan baik yang akan mengakar dalam kepribadian mahasiswa.
“Tujuan P2KK adalah membangun karakter mahasiswa yang berintegritas, berlandaskan Al-Islam dan
Kemuhammadiyahan. Menjadi orang baik perlu latihan, dan di P2KK hal-hal kecil dipupuk untuk menjadi kebiasaan baik yang dapat membantu proses pembentukan karakter,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Dr. Salis Yuniardi, M.Psi., menyampaikan motivasi dengan menghadirkan perumpamaan yang membekas di benak para peserta. Ia menggambarkan pembentukan karakter seperti proses mengubah besi menjadi baja.
“Baja lebih mahal daripada besi, dan tidak ada besi yang tiba-tiba jadi baja. Perlu penempaan, dipanaskan, dibakar, dan melalui proses berat lainnya. Begitu juga manusia, untuk menjadi pribadi tangguh dan bernilai, dibutuhkan kesabaran dan kemauan menjalani proses,” tegasnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa baru untuk bersyukur menjadi bagian dari UMM yang telah menorehkan banyak prestasi.
“UMM adalah kampus Muhammadiyah terbaik, dengan 38 program studi yang rata-rata berakreditasi unggul dan internasional. Ini adalah kebanggaan dan rasa syukur yang harus diiringi dengan kesungguhan untuk berproses, berkembang, dan berprestasi,” tambahnya.
P2KK UMM sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu program pembinaan mahasiswa baru yang paling komprehensif di Indonesia. Dalam kurun waktu enam hari, para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pembekalan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, penguatan etika, manajemen waktu, kerja sama tim, hingga simulasi pemecahan masalah.
Selain itu, interaksi intensif antar mahasiswa dari berbagai fakultas diharapkan dapat menumbuhkan rasa persaudaraan lintas jurusan. Dengan begitu, jaringan pertemanan yang kuat akan terbentuk sejak awal perkuliahan, menjadi modal sosial penting untuk kehidupan akademik dan organisasi di kampus.














