Tekan Peredaran Narkoba di 7 Kecamatan Rawan, Pemkab Situbondo Gaet Personel Slank

Situbondo Slank Narkoba

SITUBONDO, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggandeng jajaran personel grup musik legendaris Slank untuk memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Langkah edukatif ini difokuskan pada tujuh kecamatan yang teridentifikasi memiliki kerentanan serta potensi kerawanan peredaran zat terlarang yang cukup tinggi.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengonfirmasi bahwa tujuh kawasan rawan tersebut mencakup Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Panarukan, Situbondo, Panji, Asembagus, hingga Banyuputih. Hal tersebut disampaikannya di hadapan ratusan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda dalam agenda sarasehan pencegahan penyalahgunaan narkoba di Pendopo Pate Alos Besuki pada Minggu (27/9/2026).

banner 350x525

“Kami bersyukur Mas Kaka, Mas Bimbim, dan Mas Ivanka bisa hadir dalam acara ini untuk mengampanyekan pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Langkah preventif ini diambil mengingat grafik potensi penyalahgunaan narkoba di Situbondo menunjukkan tren mengkhawatirkan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Satuan Reserse Narkoba Polres Situbondo, sepanjang Januari hingga pertengahan Desember 2025 saja, kepolisian telah mengungkap 55 kasus dengan menetapkan 62 tersangka.

Rekapitulasi perkara tersebut terdiri atas 29 kasus narkotika jenis sabu dan ganja, serta 26 kasus peredaran obat keras berbahaya. Dari deretan penindakan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa 129 gram sabu, dua gram ganja, dan 147 ribu butir pil berlogo Y.

Melihat kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk membentengi lingkungan terdekat, terlebih Situbondo memegang identitas religius yang kuat.

“Situbondo ini ‘Kota Santri’, mari kita saling membantu diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, untuk menjauhi narkoba,” tegasnya sebagaimana dikutip Antara.

Pada kesempatan yang sama, vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka, memberikan pandangan geografis terkait kerentanan daerah tersebut. Menurutnya, wilayah pesisir seperti Situbondo memiliki tingkat risiko tinggi terhadap peredaran gelap narkoba karena aksesnya yang terbuka langsung melalui jalur laut.

Meski demikian, ia mengapresiasi kepekaan Pemkab Situbondo yang mengambil inisiatif cepat merangkul anak muda. Ia mengingatkan para pelajar dan mahasiswa untuk selalu waspada karena wujud maupun istilah penamaan narkoba terus berubah dari waktu ke waktu.

Ia menyadari bahwa menghentikan peredaran narkoba hingga benar-benar bersih total merupakan tugas yang sangat berat, namun hal itu tidak boleh menurunkan semangat pencegahan.

“Jadi, acara hari ini penting sekali, jangan sampai kita merasa bosan bahwa, ‘Wah, kita membahas sesuatu yang dari dulu enggak bisa diberantas’. Memang tidak bisa diberantas sampai nol sih, tapi harus ada ikhtiar untuk meminimalisir peredarannya itu,” ungkapnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png