PROBOLINGGO, PIJARNEWS.ID – Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengungkapkan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat membangun kemandirian masyarakat Kota Probolinggo, sehingga pemerintah kota setempat terus memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.
“Itu merupakan transformasi koperasi menjadi motor penggerak ekonomi di 29 kelurahan di Kota Probolinggo,” ujarnya saat membuka kegiatan Sosialisasi Program Bisnis Tematik bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Puri Manggala Bhakti Kota Probolinggo, Senin (7/7/2025).
Sebanyak 10 Koperasi Kelurahan Merah Putih hadir dalam kegiatan itu yakni masing-masing mengirimkan sembilan pengurus dan satu koordinator pengawas (lurah) meliputi Kelurahan Triwung Lor, Kademangan, Pakistaji, Jrebeng Lor, Kedopok, Kanigaran, Sukoharjo, Sukabumi, Kebonsari Kulon, dan Wiroborang.
“Alhamdulillah Kota Probolinggo masuk 10 besar nasional dalam menyelesaikan legalitas pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan. Kini melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu bisnis tematik dengan dukungan nyata dari pemerintah,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Ia menjelaskan nantinya setiap Koperasi Kelurahan Merah Putih akan menerima alokasi dana sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan gedung dua lantai yang difungsikan sebagai ruang bisnis, pelayanan masyarakat, serta kantor koperasi.
Fasilitas itu akan dilengkapi dengan area penjualan sembako, elpiji, pupuk, serta cold storage untuk menyimpan komoditas segar seperti daging dan sayuran. Selain pembangunan fisik, disiapkan pula dana pinjaman bergulir minimal sebesar Rp3 miliar yang dapat ditingkatkan sesuai kemampuan koperasi.
“Dana itu tidak bersifat hibah, sehingga diperlukan manajemen koperasi yang kuat, disiplin dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Ia mengatakan dana yang diberikan itu bukan hibah, namun dana bergulir, sehingga harus benar-benar dipersiapkan siapa yang layak meminjam dan mampu mengembalikannya. Koperasi juga harus siap mengelola dengan sistem yang profesional.
Ia juga menekankan pentingnya strategi bisnis tematik yang mengedepankan potensi lokal dan mendorong setiap koperasi untuk memilih jenis usaha yang sesuai dengan kekuatan wilayah masing-masing, seperti kuliner, pertanian, atau peternakan.
“Jangan semua koperasi memilih tema yang sama. Kalau semua pelihara kambing, nanti pasarnya jenuh. Kami dorong koperasi untuk inovatif dan responsif terhadap kebutuhan lokal,” tuturnya.
Ia lantas berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan mandiri di setiap kelurahan, sehingga dengan semangat gotong royong dan pengelolaan yang baik, maka Koperasi Kelurahan Merah Putih akan menjadi solusi dalam menurunkan kemiskinan dan membangun kemandirian masyarakat.














