Pemkab Lumajang Perkuat Sektor UMKM Dengan Pendekatan Potensi Lokal

Bupati Lumajang Indah Amperawati saat melihat UMKM kerajinan berbasis batang pisang

LUMAJANG, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pendekatan berbasis potensi lokal di Desa Duren dengan inovasi kerajinan batang pisang.

“Kami mendorong kelompok-kelompok perajin di desa agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkap Bupati Lumajang Indah Amperawati di Lumajang pada Kamis (177/2025).

banner 350x525

Ia bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menyerahkan secara simbolis alat pilin yang digunakan untuk mengolah limbah batang pisang menjadi tali serat alami bernilai ekonomi tinggi kepada kelompok UMKM di Desa Duren.

“Kami melihat UMKM kerajinan berbasis batang pisang punya potensi besar. Produk mereka bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga unik dan bernilai jual tinggi. Pemerintah hadir untuk memperkuat produktivitas dan kapasitas usahanya,” terangnya.

Ia menjelaskan, bantuan alat pilin itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menciptakan standar kualitas yang lebih baik, dan membuka peluang pemasaran ke skala nasional bahkan ekspor.

“Produk dari Desa Duren sendiri telah menarik perhatian berkat kekuatan narasi lokal dan keunikan bahan bakunya,” katanya sebagaimana dikutip Antara.

Sementara itu, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma mengatakan bahwa penguatan UMKM harus disertai inovasi dan keberlanjutan.

“Kami ingin mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. UMKM harus diberi akses terhadap teknologi, pelatihan, dan pasar,” ucapnya.

Program itu menjadi bagian dari kebijakan Pemkab Lumajang yang memprioritaskan pembangunan ekonomi rakyat melalui pemberdayaan pelaku UMKM, khususnya yang berbasis desa dan memanfaatkan sumber daya lokal.

“Pemerintah daerah juga menjalin kolaborasi lintas sektor untuk mendukung rantai nilai UMKM, mulai dari penyediaan alat, pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pembukaan akses ke permodalan,” katanya.

Dengan potensi serat batang pisang yang melimpah, kelompok UMKM Desa Duren dinilai dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Produk tali serat itu dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan seperti tas, tikar, atau dekorasi rumah yang bernilai tambah tinggi.

“Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap tahapan pertumbuhan UMKM, agar para pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi baru di daerah,” tutupnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png