JOMBANG, PIJARNEWS.ID – Semarak Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi pusaran magnet yang luar biasa. Sebagai forum musyawarah tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia, forum ini menjadi arena krusial untuk menentukan pucuk pimpinan PBNU, membahas persoalan kebangsaan dan keagamaan, hingga merumuskan program dan rekomendasi.
Di forum inilah, ribuan delegasi peserta dari berbagai pelosok daerah hingga luar negeri berkumpul, bersidang, dan bermusyawarah untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Adapun tema yang diangkat adalah “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”
Meski demikian, kemeriahan Muktamar NU tidak hanya terasa di dalam ruang-ruang sidang. Diluar venue utama, panitia juga telah menyiapkan deretan agenda pendukung bagi para muktamirin dan muhibbin untuk menyemarakkan gelaran Muktamar.
Mulai dari Expo dan Bazar Muktamar yang membentang dari Gang 4 dan 5 hingga menyentuh area parkir utama peserta. Kawasan tersebut diubah menjadi pusat perputaran ekonomi sejak Kamis (20/8/2026) hingga Senin (31/8/2026) mendatang. Sekitar 1.300 tenan menyediakan ragam kuliner nusantara, kerajinan tangan, hingga suvenir resmi Muktamar.
Tak sekadar bertransaksi, para muktamirin dan muhibbin juga leluasa menikmati suguhan budaya dan musik dari panggung utama Expo yang tak pernah sepi hiburan.
Selain itu, Muktamar turut dimeriahkan dengan syiar selawat yang bergema kencang lewat kompetisi 45 grup vokal dalam Festival Sholawat Al Banjari se-Nusantara. Ada juga gelaran “Bersholawat Bersama Seribu Rebana” pada hari Jumat (28/8/2026) nanti yang akan dihadiri Ketua Yayasan PP Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh, Pengasuh Seribu Rebana KH Nurhadi (Mbah Bolong), seniman panggung Cak Sodiq, hingga penyanyi Camellia Panduwinata (Camel Petir).
Muktamar juga menyajikan ruang kontemplasi sejarah lewat Pameran Turats di depan Kampus IAIBAFA Tambakberas. Pameran yang digelar oleh Nahdlatut Turats ini mencoba menggali kembali kekayaan warisan intelektual pesantren masa lampau. Para muktamirin dan muhibbin akan diajak menelusuri lorong waktu lewat pameran naskah kuno nusantara, galeri dokumentasi NU dari masa ke masa, jejak diaspora ulama di kancah global, hingga deretan karya ilmiah berbahasa Arab peninggalan tokoh-tokoh PBNU terdahulu.
Kegiatan bedah buku juga mewarnai semarak Muktamar NU yang bahkan telah digelar sejak pra-Muktamar pada awal Agustus lalu di MAN 3 Jombang lewat bedah buku dengan tema Khittah NU, Kiai dan Pesantren: Merawat Tradisi dan Moderasi, Menjaga NKRI.
Pada Jumat (28/8/2026), dua forum bedah buku akan dilaksanakan serentak, yakni bedah buku Shinta Nuriyah Merawat Solidaritas Kemanusiaan di MTs Bahrul Ulum dan bedah novel Ibadah dan Cinta yang di PP Al Amanah. Sementara pada akhir rangkaian Muktamar, juga akan digelar peluncuran dan bedah buku Imaji NU Masa Depan di PP An Najiyah.














