News  

KPU Kabupaten Blitar Hentikan Debat Publik Kedua Pilkada 2024

Debat publik kedua Pilkada 2024 Kabupaten Blitar, yang diikuti dua pasangan calon (paslon).

BLITAR, PIJARNEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar, terpaksa menghentikan debat publik kedua Pilkada 2024 yang diikuti dua pasangan calon (paslon).

Hal ini setelah adanya protes dari pasangan calon nomor urut 1 Rijanto-Beky Herdihansah karena pasangan nomor urut 2 Rini Syarifah–Abdul Ghoni dituding membaca catatan saat penyampaian visi misi.

banner 350x525

Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugiono mengatakan KPU sudah membuat kesepakatan tidak membolehkan pasangan calon (paslon) membawa catatan saat di panggung, kecuali visi misi dari KPU.

“Ada pasangan calon yang protes karena ada yang membawa kertas di luar yang difasilitasi KPU, sehingga kami langsung mediasi bersama masing-masing liaison officer (LO) paslon, dan lama tidak ada titik temu, sehingga kondisi semakin tidak kondusif,” katanya di Blitar pada Senin (4/11/2024) malam.

Ia mengatakan KPU memutuskan debat publik yang kedua ini dihentikan, sebab jika dilanjutkan dikhawatirkan risikonya lebih besar. “Kalau ini dilanjutkan risikonya lebih besar sehingga jajaran KPU sepakat untuk menghentikan debat, karena hal itu keputusan yang terbaik,” ujarnya.

Saat awal debat publik kedua yang digelar di Hall “Kampung Coklat” Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut dimulai, berjalan seperti biasa. Pembaca acara mengawali kegiatan debat publik dengan mengenalkan dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar dan mempersilakan mereka untuk maju ke panggung.

Ketika itu, mereka dijelaskan diberikan waktu untuk menyampaikan visi misi. Untuk paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar nomor urut 1 pasangan Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky) menjelaskan tentang peningkatan pelayanan publik yang bertekad saat terpilih ke depan akan memberikan pelayanan yang tepat, tidak bertele-tele, siap mengentaskan pungutan liar, dan meningkatkan pelayanan dengan sistem digitalisasi.

Selain itu, pihaknya juga siap berkolaborasi dengan merangkul tokoh masyarakat, perguruan tinggi, pengusaha dan masyarakat. “Setiap masalah akan diselesaikan sebaik-baiknya dan tentunya setiap hari Senin jam 06.00 WIB sampai jam 07.00 WIB, ada kesempatan menyampaikan unek-unek dan ini kami teruskan,” jelas Rijanto.

Sementara itu, paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar nomor urut 2 pasangan Rini Syarifah–Abdul Ghoni (Rindu) menjelaskan soal programnya yang keberlanjutan. Sebagai wujud rasa cinta untuk Kabupaten Blitar, pasangan ini akan meneruskan perjuangan menuju Kabupaten Blitar maju, sejahtera dan keberlanjutan.

Calon Bupati Blitar Rini Syarifah menjelaskan soal pelayanan masyarakat yang tidak bisa lepas dari penerapan pemerintahan yang baik, yang berperan sebagai kerangka kerja demi mendukung pelayanan masyarakat yang efektif dan responsif dari permasalahan daerah.

“Kami akan berkolaborasi membangun masyarakat dengan tokoh masyarakat, sektor swasta, sehingga berdampak positif,” ucapnya.

Namun, saat penyampaian ini, ia justru terlihat seperti membaca naskah. Hal itu kemudian yang membuat pasangan nomor urut 1 sempat protes. Beberapa waktu protes itu tidak langsung ditanggapi oleh moderator yang membiarkan, hingga kemudian suasana semakin tidak kondusif.

Hingga kemudian, LO dari dua pasangan calon dipertemukan dan tidak ada titik temu dan kemudian KPU memutuskan untuk menghentikan debat publik yang kedua ini.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png