SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong jajaran insinyur di wilayahnya untuk terus memacu tingkat profesionalisme, inovasi, dan kolaborasi.
Pesan ini disampaikannya bertepatan dengan agenda pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur di Surabaya pada Sabtu (25/6/2926). Khofifah meyakini bahwa cita-cita menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sangat bergantung pada pembangunan berbasis teknologi, inovasi berkelanjutan, serta sinergi antarsektor.
“Saya mengajak seluruh insan keinsinyuran untuk terus berkarya dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian. Jadikan setiap inovasi dan karya rekayasa sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, mempercepat transformasi ekonomi, serta mengantarkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045,” ujarnya.
Menurutnya, profesi insinyur menduduki posisi kunci untuk menjamin bahwa proses pembangunan selaras dengan kebutuhan publik dan mampu mengerek daya saing daerah.
“Seluruh agenda tersebut memerlukan dukungan sumber daya manusia yang unggul, termasuk para insinyur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan,” ucapnya sebagaimana dikutip Antara.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi pelibatan tenaga keinsinyuran dalam memantapkan pilar ketahanan pangan. Jawa Timur sendiri telah mengukir prestasi membanggakan sebagai lumbung padi nasional dengan tingkat produksi tertinggi selama tujuh tahun beruntun. Pada paruh pertama tahun 2026 ini, provinsi tersebut bahkan sukses membukukan pertumbuhan produksi sebesar 5,49 persen.
“Saya ingin menggarisbawahi bidang ketahanan pangan. Kekuatan Jawa Timur sesungguhnya luar biasa. Selama tujuh tahun berturut-turut sejak kami mendapat mandat memimpin Pemerintah Provinsi Jawa Timur, produksi padi Jawa Timur selalu menjadi yang tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan hingga Semester I tahun ini, produksi padi Jawa Timur kembali menjadi yang tertinggi dengan kenaikan sekitar 5,49 persen,” katanya.
Ia memandang perlunya pembenahan fasilitas pertanian. Fokus utamanya adalah memaksimalkan fungsi saluran irigasi tersier agar lahan agrikultur tetap produktif meski sedang dilanda musim kemarau.
“Persoalan yang masih kita hadapi adalah bagaimana memaksimalkan irigasi tersier. Di sinilah peran para insinyur sangat dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sehingga pada musim kemarau pasokan air tetap dapat terpenuhi. Ini menurut saya menjadi pekerjaan penting yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia menitipkan pesan kepada jajaran Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur periode 2026–2029 untuk terus mengawal program prioritas nasional di sektor pangan, terlebih Jatim juga berstatus sebagai produsen utama komoditas jagung dan susu. Sebagaimana diketahui, Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat termasuk kedalam kepengurusan PII Jawa Timur.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global ke depan—mulai dari transisi energi, hilirisasi industri, disrupsi Kecerdasan Buatan (AI), hingga anomali iklim—mutlak menuntut lahirnya insinyur-insinyur yang beretika, adaptif, inovatif, serta mampu bekerja secara kolektif.














