MPKS PWM Jawa Timur Perkuat Tata Kelola LKS melalui Bimtek Monitoring dan Evaluasi

Tata kelola LKS PWM

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur terus memperkuat kualitas tata kelola Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi bagi wilayah koordinasi Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan pada Minggu (26/7/2026) ini diikuti oleh 45 peserta yang merupakan pengelola LKS Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dalam sambutannya, Ketua MPKS PWM Jawa Timur, M. Himawan Sutanto, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengelola LKS harus diawali dengan adanya standarisasi dan penyamaan persepsi dalam pengelolaan lembaga. Menurutnya, LKS Muhammadiyah tidak hanya dituntut menjalankan pelayanan sosial yang baik, tetapi juga harus memenuhi standar kelembagaan yang selaras dengan regulasi pemerintah.

banner 350x525

“Standarisasi menjadi fondasi penting agar seluruh LKS di lingkungan Muhammadiyah memiliki kualitas pelayanan yang setara, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Karena itu, monitoring dan evaluasi bukan sekadar proses administratif, tetapi bagian dari upaya membangun budaya mutu dalam pelayanan sosial,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi peserta, kegiatan ini diisi dengan simulasi pengisian instrumen serta evaluasi akreditasi LKS. Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pendampingan secara langsung dalam memahami indikator penilaian akreditasi sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan di lembaga masing-masing.

Fadli Yulianto yang hadir sebagai narasumber utama memberikan pemaparan mengenai pentingnya keberadaan Pekerja Sosial dalam penyelenggaraan LKS. Ia menekankan bahwa kehadiran Pekerja Sosial merupakan elemen strategis dalam memastikan pelayanan sosial berjalan secara profesional, terencana, dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat.

“Pekerja Sosial memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan asesmen, menyusun intervensi, melakukan pendampingan, hingga mengevaluasi hasil pelayanan. Karena itu, keberadaannya menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu layanan sekaligus pemenuhan standar akreditasi LKS,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis ini, MPKS PWM Jawa Timur berharap seluruh LKS Muhammadiyah di wilayah Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik semakin siap menghadapi proses monitoring, evaluasi, maupun akreditasi.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan sosial Muhammadiyah yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *