BATANG, PIJARNEWS,ID – Upaya penguatan mitigasi dan pertolongan pertama bencana terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah. Kali ini, peningkatan kapasitas tersebut difokuskan pada para anggota Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, pada hari Kamis (20/8/2026) menjelaskan bahwa program pelatihan ini menitikberatkan pada fase pra-bencana, langkah kesiapsiagaan, serta antisipasi dalam menghadapi kondisi darurat.
“Jika sebelumnya pelatihan lebih banyak menyasar relawan untuk meningkatkan kemampuan penanganan di lapangan tetapi kali ini kami mulai memperkuat kapasitas masyarakat yang tergabung dalam Destana,” ujarnya.
Lewat pembekalan ini, para peserta ditargetkan mampu menguasai Standar Operasional Prosedur (SOP) dasar untuk pertolongan gawat darurat. Harapannya, elemen masyarakat di Destana maupun lingkungan sekolah mempunyai keterampilan dasar guna memberikan pertolongan awal sembari menunggu tim penyelamat tiba di lokasi. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas program ini.
“Kami bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) terus mendorong pembentukan Destana di seluruh desa. Ya, hingga saat ini, sekitar 100 Destana telah terbentuk di daerah,” katanya sebagaimana dikutip Antara.
Ke depannya, BPBD berencana melakukan pemutakhiran data untuk mendapatkan angka pasti terkait jumlah Destana yang sudah aktif di wilayah Batang. Menurutnya, pembentukan Destana seyogianya diwujudkan di tiap desa dan kelurahan, mengingat setiap kawasan memiliki risiko dan potensi bencananya masing-masing.
Sebagai penutup, ia menekankan peran krusial dari komunitas tingkat desa tersebut. “Keberadaan Destana diharapkan mampu menjadi garda terdepan masyarakat ketika terjadi bencana, setidaknya dalam memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.














