JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) kini memiliki pejabat baru dalam memperkuat eksekusi kebijakannya. Lembaga yang memikul tanggung jawab besar dalam mengentaskan persoalan gizi dan merealisasikan program strategis pemerintah ini resmi menunjuk Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari di Kantor BGN, Jakarta Pusat pada Selasa (21/7/2026).
Penunjukan ini dinilai sebagai strategi yang tepat dalam memperbaiki kinerja BGN, mengingat sosok Mariman Darto bukanlah nama baru dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Ia membawa rekam jejak panjang dari lembaga think-tank dan lembaga negara, serta dikenal luas sebagai figur birokrat yang memiliki ketajaman analitis sekaligus eksekutor andal dalam pengembangan kapasitas kelembagaan
Sebelum berlabuh di BGN, ia menorehkan dedikasi yang panjang dan cemerlang di Center for Information and Development Studies (CIDES) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Selepas lulus sarjana, ia menjadi peneliti CIDES selama 10 tahun. Dan sejak tahun 2005, ia masuk ke LAN RI hingga memegang berbagai posisi kunci, mulai dari Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara, Plt. Kepala Bidang Diklat Aparatur LAN Samarinda, hingga menjabat sebagai Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (Puslatbang KDOD) LAN pada kurun tahun 2014–2022.
Kepakarannya dalam mencetak sumber daya manusia birokrasi yang unggul membawanya menduduki posisi Kepala Pusat Pengembangan Kader Aparatur Sipil Negara LAN pada tahun 2022–2025. Kapasitas ini kemudian diakui di tingkat kementerian, di mana ia dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada periode 2025–2026, sebelum akhirnya ditarik untuk menahkodai bidang promosi dan kerja sama di BGN.
Karier panjangnya di berbagai lembaga tersebut turut ditunjang dengan rekam jejak akademik yang mumpuni. Ia memulai perjalanan akademiknya dengan meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Keinginannya untuk menyelami lebih dalam seputar birokrasi pemerintahan membawanya menamatkan studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik di Universitas Indonesia (UI).
Tak berhenti di situ, ia kemudian mengukuhkan kapasitas keilmuannya dengan meraih gelar Doktoral Ilmu Manajemen dari Universitas Mulawarman dengan disertasi berjudul Anteseden Organizational Citizenship Behavior dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Kepakaran tersebut ia dedikasikan dengan mengabdi sebagai Dosen Kebijakan Publik di Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Jakarta.
Sebagai birokrat cum akademisi, ia juga menuangkan buah pikirannya melalui karya literatur. Ia telah menulis banyak jurnal serta melahirkan puluhan buku referensi penting bagi sektor publik, di antaranya “Perilaku Prososial bagi Revolusi Mental” dan “Organizational Citizenship Behavior dan Kinerja Pegawai: Teori, Praktek dan Implikasinya di Sektor Publik”. Karya-karya ini menjadi bukti bahwa seluruh kebijakan dan langkah manajerial yang ia ambil senantiasa dilandasi oleh kerangka teoretis yang terukur.
Di luar struktur pemerintahan, ia adalah seorang organisatoris yang memiliki akar pergerakan dan pengabdian sosial yang sangat kuat di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Semasa kuliah, ia mematangkan diri dengan bergabung di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Proses panjang yang dilalui di IMM membuatnya dipercaya menjadi Dewan Pakar Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) periode 2023–2028.
Selain itu, ia pernah menjadi Anggota Majelis Pengembangan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat PP Muhammadiyah tahun 2000–2005, Anggota Biro Organisasi PP Muhammadiyah tahun 2015–2022, dan saat ini, ia memegang amanah besar sebagai Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah untuk periode 2022–2027.
Berbekal pengalaman lengkap sebagai birokrat, akademisi, dan organisatoris, kehadirannya tentu dinantikan dapat membawa angin segar bagi BGN. Di posisi barunya ini, ia diharapkan dapat merangkul berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, pihak swasta, hingga masyarakat luas.
Dengan demikian, lewat kepemimpinannya di BGN diharapkan bisa membangun kerja sama yang erat, memperbaiki tata kelola BGN, memberikan edukasi gizi yang mudah diterima masyarakat, dan pada akhirnya sukses menuntaskan masalah gizi demi masa depan anak-anak Indonesia.














