News, Ormas  

Di Forum Konsolidasi Organisasi PC IMM Lamongan, Baikuni Alshafa Urai 7 Langkah Taktis Gerakan IMM

Baikuni Alshafa IMM

LAMONGAN, PIJARNEWS.ID – Pelantikan dan Konsolidasi Organisasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Lamongan, Kamis (17/9/2026), menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali arah gerak organisasi. Mengusung tema “Relevansi IMM: Dialektika Penggerak Zaman”, forum ini membedah berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga dinamika geopolitik global.

Tenaga Ahli Kementerian Kehutanan, Baikuni Alshafa, M.IP., yang hadir sebagai narasumber menguraikan pentingnya daya adaptasi IMM tanpa kehilangan pijakan ideologisnya. Ia menegaskan bahwa setiap pergeseran sosial, politik, dan teknologi yang terjadi saat ini harus diolah menjadi ruang dialog kritis.

banner 350x525

Menurutnya, IMM harus mampu memaknai setiap perubahan sosial, politik, dan teknologi sebagai ruang dialog kritis dengan terus berlandaskan pada akar ideologis yang tercermin dalam Tri Kompetensi Dasar, yakni Intelektualitas, Religiusitas, dan Humanitas.

“Kader-kader harus bersabar dan komitmen untuk berproses. Karena kita punya tiga catatan Trikoda yang harus diselami,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa intelektualitas dituntut untuk mampu menjawab kebutuhan zaman serta keummatan. Dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai penuntun, persoalan apapun yang dihadapi oleh rakyat pasti akan terjawab. Dari segi humanitas, IMM harus merumuskan persoalan sosial, advokasi terhadap kelompok kaum miskin, kelompok buruh dan tani, dan pembelaan atas keadilan sosial masyarakat.

“Begitupun religiusitas, IMM harus bisa menjadikan nilai-nilai sosial profetik berkemajuan sebagai nilai moral sosial ekonomi dan politik kedepan sebagai nafas langkah gerakan IMM,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan beberapa langkah taktis untuk mengoptimalkan dinamika gerakan IMM. Pertama, menjadikan sosial Profetik sebagai basis paradigma sosial politik. Kedua, membangun kemandirian ekonomi sejak dini.

“Komisariat sebagai lokomatif organisasi harus merekayasa kemandirian ekonomi karena menjadi kebutuhan utama. Sebab basis strukturlah yang menentukan suprastruktur,” katanya.

Keempat, membangun laboratorium riset berbasis kebutuhan masyarakat disetiap tingkatan. Kelima, membangun kebudayaan berbasis sosial masyarakat. Keenam, membangun kekuatan aliansi lintas sektor pemuda dan masyarakat yang inklusif dan tiidak bias gender.

“Masyarakat kita ini harus berubah. Kalau masyarakat  Lamongan itu nelayan atau petani, maka harus paham betul karakteristik masyarakat pesisir. Dengan menguasai kebudayaan masyarakat, maka IMM akan mudah memasuki ruang kebudayaan mereka,” terangnya.

Dan ketujuh, merumuskan teknologi masa depan berbasis kebutuhan realitas sosial. aliansi inklusif yang setara antara Immawan dan Immawati. Melalui beberapa langkah taktis tersebut ia berharap IMM tidak sekadar menjadi penonton melainkan memiliki peran aktif sebagai penggerak zaman.

Selain Baikuni Alshafa, forum yang diikuti oleh puluhan kader IMM se-Lamongan ini juga turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM Bidang Buruh, Tani dan Nelayan Ali Mustain dan Ketua DPP IMM Bidang Lingkungan Hidup Hakiki Pagan.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png