JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) resmi diluncurkan dan dideklarasikan di Aula Kasman Singodimedjo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Jakarta pada Kamis (21/12/2023) kemarin. Forum ini merupakan wadah bagi akademisi dan pimpinan dari kampus PTMA yang berjumlah 173 kampus di seluruh Indonesia.
Pembentukkan Forum Rektor PTMA diawali dari pertemuan beberapa rektor PTMA pada 8 September 2023 di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), diantaranya Rektor UMY, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan beberapa rektor PTMA lain.
Pertemuan di Yogyakarta itu diperkuat dengan pertemuan lain di Samarinda. Setelah itu konsolidasi nasional dilakukan lagi untuk mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas pengawasan Pemilu 2024. Kemudian, rapat terbatas Setelah itu, ada rapat terbatas dihadiri oleh 6 rektor di UAD, yang dihadiri oleh Rektor UMY, UMJ, UAD, UMS, UM Kalimantan Timur, dan UNISA Yogyakarta untuk membahas finalisasi pengurus Forum Rektor PTMA.
Ketua Forum Rektor PTMA, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budianto, M.P. IPM., ASEAN. Eng yang juga Rektor UMY menyampaikan dalam sambutan di pertemuan awal sebelum peluncuran, menegaskan bahwa PTMA seluruh Indonesia harus mengambil tindakan untuk menciptakan pembangungan demokrasi termasuk Pemilu 2024 yang jujur dan adil.
“Seperti amalan Muhammadiyah, yakni amar ma’ruf nahi munkar. Yang kita tidak hanya menyerukannya, tetapi juga harus ikut bertindak. Seperti yang tertuang dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 110,” ungkap Gunawan sebagaimana dikutip oleh Suara Muhammadiyah.
Sekretaris Forum Rektor PTMA sekaligus Rektor UM Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si, menegaskan bahwa forum ini dibentuk untuk menjadi kekuatan yang dapat didayagunakan untuk melakukan kerja-kerja kemaslahatan, termasuk menyikapi banyak hal, tentunya di bidang pendidikan dan bidang lainnya.
“Sebagai kaum akademisi terdidik yang independen, Forum Rektor ini akan lebih bisa didengar dan menjadi tempat untuk melakukan kerja-kerja kultural di Muhammadiyah, yang harus sejalan dengan PP Muhammadiyah dan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah,” tegasnya. (riz/msqn)














