Tekan Inflasi, Pemkot Surabaya Libatkan KKMP dan UMKM Lokal dalam Gerakan Pangan Murah

KKMP Gerakan Pangan Murah

SURABAYA, PIJARNEWS.ID – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, merangkul berbagai elemen masyarakat seperti kelompok tani (poktan), pembudidaya ikan (Podakan), PD Rumah Potong Hewan (RPH), UMKM lokal, hingga Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) untuk menggalakkan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program yang dilaksanakan rutin setiap bulan serentak di 31 kecamatan ini bertujuan meringankan beban ekonomi warga dan menekan inflasi daerah. Kegiatan yang salah satunya bertempat di Balai RW 3 Jalan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung ini melibatkan 17 penyedia pangan.

banner 350x525

Berbagai komoditas dijual dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP seharga Rp58.000 per sak dan Minyakita Rp15.500 per liter dari KKMP, telur ayam ras Rp23.500 per kg dari PT Surya Kreasi Pangan, serta gula pasir Rp17.000 per kg dari PT Kebon Agung.

Selain itu, PT Primafood International menawarkan daging ayam ras Rp29.000 per ekor dan telur Rp24.000 per kg. Bumbu dapur dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo dijual Rp3.000–Rp5.000 per pak, sedangkan telur dari Padat Karya Pemberdayaan Gamis dilepas seharga Rp13.000 per pak.

“Mulai bulan ini KKMP ikut aktif terlibat, tidak hanya di Kecamatan Wiyung tetapi juga di kecamatan lain. Kami berusaha mengenalkan produk-produk poktan dan UMKM lokal agar makin dikenal luas oleh masyarakat,” Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Nanik Sukristina di Surabaya, Rabu (9/9/2026).

Ia berharap masyarakat bisa mendapatkan barang dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi pemkot Surabaya untuk menekan angka inflasi secara berkelanjutan.

“Kami juga bekerja sama dengan poktan untuk menghadirkan buah, ikan nila, ikan patin yang segar sebagai pilihan masyarakat dalam berbelanja, serta memenuhi sumber pangan sehat dan bergizi,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

“Semoga seluruh komoditas dapat terserap optimal sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar,” ucapnya.

Masyarakat setempat menyambut positif hadirnya pasar murah ini karena selisih harga yang signifikan dibanding pasar umum, seperti yang dirasakan oleh Sulis Hidayati saat membeli kebutuhan harian.

“Alhamdulillah cukup membantu untuk pengeluaran rumah tangga. Minyak goreng di sini harganya Rp15.500 per liter, selisih jauh kalau beli di luar yang biasanya di atas Rp20.000 per liter,” katanya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png