JEMBER, PIJARNEWS.ID – Kabupaten Jember berhasil meraih penghargaan kabupaten dengan pelayanan terbaik peringkat keempat se-Indonesia. Hal ini berdasarkan evaluasi kinerja penyelenggaraan pelayanan publik pemerintah daerah 2024 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Saya sangat bangga dan berterima kasih, khususnya kepada rekan-rekan karyawan Pemkab Jember karena mendapatkan kado spesial jelang HUT ke-96, yakni kabupaten dengan pelayanan publik terbaik keempat se-Indonesia,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto pada Rabu (1/1/2025).
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Pemkab Jember memberikan pelayanan yang istimewa kepada masyarakat, sehingga hal tersebut menjadi kebanggaan aparatur sipil negara (ASN).
“Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya Jember mampu mempertahankan hal itu, bahkan lebih baik lagi,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Ia mengatakan predikat pelayanan publik terbaik keempat nasional akan membuat tingkat kepercayaan masyarakat dan investasi meningkat karena pemerintah yang baik dan benar bisa dilihat dari indeks pelayanan publiknya, serta ada ketulusan dalam melayani masyarakat.
Sementara Kepala Bagian Organisasi Pemkab Jember Agustin Eka Wahyuni mengatakan Kementerian PAN-RB memberikan nilai Indeks Pelayanan Publik 4,62 dari skala 5 atau kategori A kepada Pemkab Jember.
Predikat terbaik keempat nasional itu diberikan setelah Kementerian PAN-RB menilai pelayanan publik di Dinas Sosial, rumah sakit daerah, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan indeks Pelayanan Publik tertinggi diraih rumah sakit daerah yakni 4,75 kemudian diikuti oleh Dinas Sosial dengan indeks 4,59 dan Dispendukcapil dengan indeks 4,51.
Kementerian PAN-RB menilai aspek kebijakan pelayanan, antara lain standar pelayanan, maklumat pelayanan, dan survei kepuasan masyarakat. Masyarakat juga memberikan penilaian saat diwawancarai tim evaluator.
“Persentase tindak lanjut dan kecepatan tindak lanjut dari hasil survei kepuasan masyarakat juga dinilai. Semakin cepat, maka nilainya semakin tinggi,” katanya.
Menurutnya, inovasi pelayanan publik di Jember tidak hanya dinilai keberadaannya, namun juga keberlanjutannya, kemudian bagaimana inovasi dikembangkan, dan apakah pernah diikutkan kompetisi atau menjuarai kompetisi.
“Semua indikator penilaian terus dipantau, terutama masalah keberlanjutan inovasi karena banyak inovasi yang diciptakan, semua perangkat daerah berlomba-lomba menciptakan inovasi, tapi juga diperhatikan ada manfaatnya dari segi signifikansi dan keberlanjutan,” jelasnya.














