JOMBANG, PIJARNEWS.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang merupakan ajang krusial untuk memperkokoh kekompakan organisasi dalam merespons berbagai dinamika zaman.
“Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU, momentum untuk semakin mensolidkan organisasi, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa,” ungkapnya pada Kamis (28/8/2026).
Menurutnya, forum tertinggi ini bukan sekadar ajang penentuan pemimpin dan arah masa depan, melainkan sarana evaluasi diri (muhasabah) atas kiprah organisasi selama ini.
Dengan basis warga dan jaringan pesantren yang masif, NU memegang peranan kunci dalam merespons persoalan kebangsaan. Meski demikian, potensi besar tersebut harus dibarengi dengan kemampuan adaptasi terhadap zaman tanpa meninggalkan akar keulamaan.
“Bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat yang sama NU mampu menjawab berbagai persoalan baru yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Ini menjadi tantangan sekaligus ruang pengabdian NU ke depan,” jelasnya sebagaimana dikutip Antara.
Lebih lanjut, ia menyoroti berbagai isu global seperti kemajuan teknologi, ekonomi digital, perubahan iklim, bonus demografi, hingga dinamika geopolitik yang memerlukan respons kolektif yang kuat. Khofifah berharap kepemimpinan yang terpilih mampu mengayomi seluruh elemen di tengah perbedaan pandangan yang merupakan hal lumrah.
“Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa,” tegasnya.
Di samping memperkuat barisan organisasi, ia juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi kaum Nahdliyin guna menciptakan lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat.
“Warga Nahdliyin harus semakin berdaya, mandiri dan produktif. Ini bisa dilakukan melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah maupun penguatan sektor-sektor produktif,” ucapnya.
Muktamar ke-35 NU diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dari tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026. Musyawarah yang diikuti oleh perwakilan pengurus NU dari dalam dan luar negeri ini telah dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (27/8).














