MALANG, PIJARNEWS.ID – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa predikat Kota Malang sebagai Kota Kreatif UNESCO untuk bidang Media Arts harus menjadi katalisator bagi pembukaan lapangan kerja baru. Hal itu ia ungkapkan saat menghadiri Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana pada Sabtu (22/8/2026).
“Kota Malang kan sudah sebagai Kota Media Arts UNESCO, ini tidak boleh berhenti karena harus menjadi starting point untuk memberikan dampak, seperti lapangan pekerjaan,” katanya
Hadirnya peluang kerja di sektor ekraf diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran, sehingga roda perekonomian daerah dapat berputar lebih cepat.
Saat ini, sektor ekraf sukses menyerap 27,4 juta tenaga kerja. Menariknya, industri ini sangat inklusif karena didominasi oleh perempuan (58 persen) serta kalangan Generasi Z dan milenial (63 persen).
“Pengangguran terbuka di Indonesia dari 7,5 juta orang dan 82 persen Generasi Z serta milenial, lapangan pekerjaan yang diminati mereka adalah ke sektor ekraf. Sebetulnya sektor ini dapat menurunkan angka pengangguran terbuka di seluruh daerah,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Untuk mewujudkan ekosistem yang berdampak luas, ia mengimbau adanya sinergi antarpihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, asosiasi, media, hingga lembaga keuangan. Dukungan kolektif ini penting agar para pelaku usaha ekraf bisa terus bertumbuh.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap optimalisasi Malang Creative Center (MCC) yang sukses mewadahi 1.100 hingga 1.200 program setiap bulannya. Menanggapi inisiatif perluasan ruang kreatif di kota tersebut, ia memuji:
“Itu sudah maksimal, tetapi ternyata tidak cukup di situ karena di Stadion Gajayana ini mau diaktivasi juga, ini luar biasa dan langkah ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain,” tegasnya.















Respon (1)