Kolaborasi APIK PTMA dan MPI Muhammadiyah terbitkan buku Jurnalistik Profetik

Seminar Nasional Jurnalistik Profetik dengan Perspektif Islam Berkemajuan

PONOROGO, PIJARNEWS.ID – Dewan Pers memberikan apresiasi pada gagasan jurnalisme profetik yang dikembangkan oleh Muhammadiyah. Apresiasi ini disampaikan dalam program seminar yang diinisiasi Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (APIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Ini segaris dengan mandat Dewan Pers untuk menjaga media, pers yang ingin menyuarakan nilai-nilai keislaman, pemberitaan tentang keislaman yang bisa dipercaya sesuai dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin, menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan, pluralisme,” ujar Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu di Ponorogo, pada Jumat (26/1/2024) kemarin.

banner 350x525

Ninik sebagai salah satu narasumber di Seminar Nasional Jurnalistik Profetik dengan Perspektif Islam Berkemajuan menyatakan bahwa disrupsi informasi seiring perkembangan media digital, khususnya medsos dan artificial inteligence (AI). Kondisi inilah yang menjadi tantangan terbesar untuk menjaga jurnalisme yang berintegritas, jurnalisme yang sesuai dan konsisten menjalankan kode etik jurnalistik (KEJ) sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1998 tentang Pers.

“Ini artinya apa, banyak sekali media digital yang berpotensi melanggar kode etik jurnalistik. Di sinilah perlunya penguatan kembali semangat jurnalistik yang mematuhi kaidah-kaidah KEJ, jurnalistik yang bertanggung jawab dan berintegritas,” jelasnya.

Ninik berharap penyusunan buku jurnalistik profetik perspektif Islam berkemajuan bisa menjadi pengimbang sekaligus rujukan bagi perkembangan industri jurnalisme di era transformasi digital dan disrupsi informasi saat ini.

Ketua Umum APIK PTMA, Himawan Sutanto menyatakan penyusunan buku jurnalistik profetik yang mereka rintis bekerja sama dengan lembaga Majelis Pustaka Informasi PP Muhammadiyah memiliki tujuan utama meletakkan dasar-dasar jurnalistik yang khas Muhammadiyah.

Himawan menyebutkan bahwa jurnalisme yang mengedepankan aspek-aspek kemuliaan, memberikan hal yang sifatnya ideal, di mana panduan jurnalistik profetik bisa menjadi acuan bagi mahasiswa (komunikasi) yang menggeluti dunia jurnalistik, sehingga ketika mereka lulus dan terjun ke industri media sebenarnya masih ada hal yang sifatnya ideal yang bisa dibawa ke dalam praktik-praktik jurnalistik.

“Kolaborasi kami (APIK PTMA dan MPI Muhammadiyah) di satu sisi untuk memberikan pencerahan pada teman-teman Muhammadiyah, jurnalistik di Muhammadiyah, di sisi lain ada target untuk masuk ke dalam kurikulum pendidikan ilmu komunikasi, khususnya peminatan jurnalistik di Perguruan Tinggi Muhammadiyah sehingga menjadi pilihan terbaik bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Selain Ninik Rahayu, seminar nasional ini juga menghadirkan pembicara Prof. Muchlas (Ketua MPI PP Muhammadiyah), Dr. Ayub Dwi Anggoro (Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Ponorogo), dan Prof. Henry Subianto (pakar komunikasi politik). (msqn)

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png