Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Pendidikan · 7 Sep 2021 02:46 WIB ·

Mahasiswa UMM Berdayakan Masyarakat dengan Sabun


					INOVATIF: Mahasiswa UMM Berdayakan Masyarakat Melalui Sabun Organik Rosemary Perbesar

INOVATIF: Mahasiswa UMM Berdayakan Masyarakat Melalui Sabun Organik Rosemary

MALANG, PIJARNEWS.ID – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa mendorong sivitas akademikanya untuk melakukan pengabdian ke masyarakat, kali ini giliran tim mahasiswa UMM melalui Program Kreatifitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), berinisiatif membentuk wirausaha kreatif di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Tim PKM-PM yang beranggotakan Afiyah Chantika Fatmasary, Novita Dewi Anggraeni, Andy Harlissa dan Nadira Safira Darmaji ini menjadikan sabun organik rosemary sebagi produk andalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Afiyah Chantika selaku ketua tim menceritakan, bahwa pengembangan produk sabun rosemary dipilih berdasarkan hasil diskusi dengan warga setempat. Dari diskusi tersebut, mereka mendapati bahwa situasi pandemi Covid-19 meningkatkan kebutuhan akan sabun. Melihat peluang yang ada, kelompok mahasiswa UMM ini kemudian melakukan pendampingan dan pengembangan UMKM dengan produk sabun rosemary ini.

“Kondisi pandemi ternyata meningkatkan kebutuhan akan sabun. Hal ini tentu bisa menjadi peluang dalam meningkatkan ekonomi warga Bandulan,” terang Afiyah.

Mahasiswi yang akrab di sapa Fiya ini menjelaskan, alasannya memilih bunga rosemary sebagai sabun. “Satu di antaranya karena bunga tersebut memiliki kandungan zat anti bakterial yang tinggi, sehingga cocok sebagai bahan dari sabun yang berfungsi mencegah adanya bakteri pada kulit. Selain itu, rosemary juga memiliki aroma wangi yang khas, sehingga tidak memerlukan pewangi tambahan,” katanya.

Adapun pendampingan untuk membangun UMKM kreatif ini ditujukan bagi ibu-ibu anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), mereka telah memberikan pelatihan dan pendampingan sebanyak 15 kali sejak bulan Juni lalu. Para ibu-ibu yang ada di Bandulan ini diajarkan bagaimana cara membuat sabun serta langkah-langkah memasaran produk. “Saat ini, sabun organik rosemary tersebut telah tersebar di toko-toko warga. Nantinya produk sabun terkait akan dipasarkan secara online, agar mendapatkan pasar yang lebih luas. Adapun harga jual untuk sabun sendiri hanya dipatok sebesar Rp11.000,-” imbuh Fiya.

PKM-PM dengan judul “Inovasi Sabun Organik Rosemary Alternatif Upaya Memelihara Kebersihan dan Meningkatkan Perekonomian di Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun, Malang, Jawa Timur” tersebut telah lolos pendanaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (DIKTI) pada Mei lalu. Lebih lanjut, mahasiswa Farmasi UMM ini berharap melalui pengabdian ini, pihaknya dapat membentuk UMKM yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi, utamanya bagi masyarakat setempat. “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut, dan tidak berhenti di wilayah Bandulan saja. Sehingga nantinya akan muncul desa-desa lain yang memiliki produk andalan dan kemandirian ekonomi,” pungkasnya. (Hen)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pawai Ta’aruf Perguruan Muhammadiyah Tebluru Ada Topi Mahkota Hingga Elpiji

18 Juli 2024 - 20:16 WIB

Wamen LHK di UMM Dorong Wisudawan Peduli Alam Indonesia

18 Juli 2024 - 20:12 WIB

Ponpes Internasional Malik Fadjar Langsung Terima Banyak Santri

14 Juli 2024 - 10:14 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Tegaskan Pancasila Dasar untuk Moderat Beragama

11 Juli 2024 - 15:06 WIB

Buka Peluang Kerja di Eropa, UMM Jajaki Kerjasama dengan Eurojob Jerman

8 Juli 2024 - 18:52 WIB

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat-Alat Bantu UMKM

5 Juli 2024 - 16:34 WIB

Trending di Pendidikan