Menu

Mode Gelap
Saud El-Hujjaj : Lima Hal untuk Melihat Konflik di Timur Tengah Komunikasi UMM Latih SMA Muhammadiyah 1 Denpasar Membuat Video Pendek Kuliah Tamu Prodi Sosiologi: Persiapan Indonesia Menuju Negara Industri Sinergisitas AUM Tingkatkan Kualitas Pendidikan Muhammadiyah SMA Muga Parengan Hidupkan HW Melalui LKP

Headlines · 29 Des 2023 18:39 WIB ·

Prof. Dr. Haedar Nashir ; Debat Capres-Cawapres jangan berubah jadi acara cerdas cermat.


					Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir Perbesar

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir

JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Debat calon Presiden dan calon Wakil Presiden diharapkan mengupas masalah substansial, tidak hanya sebatas permukaan, jangan berubah jadi acara cerdas cermat.

Demikian harapan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir di acara media gathering di Gedung Dakwah Jakarta, pada Kamis (28/12/2023) kemarin. Hadir dalam acara ini Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dan Ketua PP Muhammadiyah Saad Ibrahim.

Haedar menyampaikan, acara media gathering ini untuk saling memberi masukan, termasuk dari para pelaku media ke Persyarikatan Muhammadiyah. Lebih-lebih untuk urusan membangun bangsa dan negara tercinta. Menuju tahun 2024, Guru Besar Sosiologi ini berharap antara rakyat dan elite bangsa supaya semakin dewasa.

Pendewasaan melalui pendalaman terhadap dasar-dasar kebangsaan dan kenegaraan, yaitu Pancasila, agama, dan budi luhur bangsa. Pendewasaan juga diharapkan Haedar dalam konteks Pemilu. Sejak merdeka, Indonesia telah menyelenggarakan enam kali Pemilu untuk memilih presiden. Rentang masa yang panjang itu seharusnya selaras dengan pendewasaan.

Sementara itu, kepada kontestan Pemilu 2024, Haedar menitip pesan supaya mendalami, menghayati, serta mampu menerjemahkan fondasi atau dasar-dasar negara. Sebab jika para kontestan memahami tentu akan mengurangi potensi terjadinya distorsi fondasi kebangsaan dan kenegaraan.

Setelah memahami itu, diharapkan perdebatan menjadi substansial tidak sebatas permukaan. Sebab dari ketiga Paslon yang berkontestasi di Pemilu 2024 diantaranya akan menjadi presiden dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia.

”Kalau (Debat Capres-Cawapres) menjadi cerdas cermat, akan betapa dangkalnya kita. Padahal dari ketiga calon itu akan yang menjadi pemimpin,” ujar Haedar sebagaimana dikutip oleh muhammadiyah.or.id

Debat Capres-Cawapres, sambung Haedar, bukan sekadar urusan menang dan kalah. Melainkan bagaimana cara calon melihat Indonesia, serta memahami dasar-dasar berbangsa dan bernegara dengan baik sesuai dengan keinginan yang diletakkan oleh para pendahulu.

Menurut Haedar, kepala negara harus berdiri tegak di atas seluruh prinsip-prinsip ke-Indonesiaan dalam mengatasi dan melampaui semua hal. Saat sudah dilantik menjadi presiden dan wakil presiden, kandidat yang terpilih bakal bermigrasi politik.

“Dari politisi menjadi negarawan, dan karena menjadi negarawan, mereka betul-betul membawa arah Indonesia ini benar, bukan hanya sukses, tapi juga bener dan baik,” tutupnyaa. (aan/msqn)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Provinsi Jabar Jadi Daerah Terpadat Di Idonesia

20 Juli 2024 - 16:01 WIB

Kadin DPMD Blitar Pastikan Anggaran Gaji Kades Sudah Tersedia

19 Juli 2024 - 20:49 WIB

Pemkab Kudus Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Kepada 118 Kepala Desa

18 Juli 2024 - 20:09 WIB

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp.51,45 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan Tingkat Desa

18 Juli 2024 - 20:03 WIB

Cegah Urbanisasi, Dirjen Bina Pemdes Tingkatkan P3PD

17 Juli 2024 - 18:58 WIB

Pendamping Desa, Salah Satu Pilar Penopang Kinerja Kemendes PDTT

15 Juli 2024 - 19:16 WIB

Trending di News