Jelang Pilkades Serentak 2026, Wabup Magelang Soroti Transparansi Dana dan Darurat Kenakalan Remaja

Pilkades Magelang

MAGELANG, PIJARNEWS.ID – Menyongsong perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala desa. Mereka dituntut untuk membenahi sistem tata kelola keuangan desa agar lebih akuntabel dan transparan, sembari turut aktif memberantas peredaran obat terlarang serta kenakalan remaja di wilayahnya.

Arahan ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid, saat membuka agenda Penguatan Tata Kelola Keuangan Desa bagi para penyelenggara Pilkades di Ruang Cemerlang Setda Kabupaten Magelang, Rabu (22/7/2026). Di hadapan para kepala desa, ia menekankan bahwa iklim birokrasi saat ini mewajibkan setiap aparatur pemerintahan, tak terkecuali di tingkat desa, untuk menerapkan prinsip transparansi dan kehati-hatian tingkat tinggi.

banner 350x525

“Pengelolaan keuangan negara saat ini benar-benar membutuhkan kehati-hatian. Kita harus terbuka dan mampu merangkul seluruh perangkat desa agar pemerintahan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia juga menyoroti realita bahwa tidak sedikit aparat pemerintahan yang tersandung kasus hukum akibat pelaporan dari lingkaran terdekat. Hal ini, menurutnya, kerap bermula dari buruknya komunikasi dan manajemen anggaran.

Sebagai langkah antisipasi, ia menginstruksikan para pemangku kebijakan desa untuk membangun harmonisasi internal sekaligus memublikasikan rincian penggunaan dana desa lewat medium yang mudah diakses warga, seperti baliho atau papan informasi proyek.

“Mulai dari sumber anggaran, penggunaannya, hingga pelaksanaannya harus diketahui masyarakat. Transparansi menjadi kunci agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ucapnya sebagaimana dikutip Antara.

Di luar urusan anggaran, ia menaruh perhatian serius pada degradasi moral di kalangan remaja Kabupaten Magelang. Ia mengaku prihatin melihat tren peredaran obat-obatan berbahaya yang kini mulai merambah pedesaan, serta fenomena pelajar SMP dan SMA yang nekat membawa senjata tajam dalam aksi tawuran demi unjuk eksistensi di media sosial.

Merespons kondisi darurat tersebut, ia mendesak para kepala desa untuk lebih peka dan segera mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk penyakit masyarakat.

“Kita semua harus peduli. Kalau ada yang menjual obat-obatan terlarang atau minuman keras di desa, jangan dibiarkan. Dampaknya sangat luar biasa terhadap anak-anak kita,” katanya

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png