JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) secara resmi menetapkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Kalimantan Selatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar XXI IMM yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027.
Penetapan lokasi permusyawaratan tertinggi ikatan ini merupakan tindak lanjut dari proses pengusulan dalam Tanwir XXXIII IMM di Malang yang kemudian disahkan melalui Rapat Pleno DPP IMM.
Sekretaris Jenderal DPP IMM, Muhammad Zaki Mubarak, menjelaskan bahwa keputusan organisasi ini diambil secara konstitusional melalui permusyawaratan yang berpedoman pada Anggaran Rumah Tangga (ART) IMM Pasal 26 tentang Muktamar.
“Berdasarkan proses pengusulan dalam Tanwir XXXIII dan tindak lanjut melalui Rapat Pleno DPP IMM, Kalimantan Selatan ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar XXI. Keputusan ini merupakan amanah organisasi yang harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan seluruh elemen Ikatan,” ujarnya.
Pemilihan Kalimantan Selatan menyimpan catatan historis mendalam bagi perjalanan gerakan IMM. Wilayah yang memiliki julukan Bumi Antasari tersebut tercatat pernah menjadi saksi sejarah saat dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) II IMM pada 26–30 November 1967 silam.
Kalimantan Selatan juga menjadi lokasi Tanwir XXXI pada tahun 2023 yang melahirkan Deklarasi Banjarmasin. Deklarasi tersebut memuat tujuh pilar gerakan inklusif berkemajuan.
Oleh sebab itu, penyelenggaraan Muktamar XXI di wilayah ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menyambung khittah sejarah sekaligus mengukuhkan kembali spirit intelektual, pengabdian, serta pembaruan gerakan kader.
Sebelumnya, sebagai bagian dari tahapan pra-muktamar, DPP IMM telah sukses menyelenggarakan Tanwir XXXIV di Tangerang, Banten, pada 2–5 September 2026. Forum tersebut resmi menetapkan lima calon Ketua Umum DPP IMM dan 52 calon formatur DPP IMM, sekaligus merumuskan draf materi tanfidz yang bakal disahkan pada forum Muktamar XXI kelak.
Menjelang agenda besar ini, DPP IMM mengajak seluruh jajaran pimpinan, kader, alumni, hingga keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Muktamar XXI. Kalimantan Selatan diharapkan dapat menjadi tuan rumah yang baik serta menghadirkan iklim permusyawaratan yang menggembirakan, inklusif, dan mencerminkan tradisi intelektual kader.
“Muktamar adalah ruang bersama. Perbedaan gagasan dan dinamika kontestasi pemilihan kepemimpinan baru merupakan bagian dari demokrasi organisasi, tetapi semuanya harus bermuara pada kemajuan IMM serta kontribusi yang lebih besar bagi bangsa, umat, dan Persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.
Sebagai musyawarah tertinggi di tingkat nasional, Muktamar XXI IMM tidak hanya berfokus pada suksesi kepemimpinan kepengurusan DPP IMM semata, tetapi juga menjadi gelanggang perumusan arah gerak strategis organisasi dalam merespons tantangan zaman.
Konsolidasi gagasan ini diproyeksikan bakal melahirkan rekomendasi keumatan dan kebangsaan yang berfokus pada penguatan kepemimpinan muda, akselerasi kaderisasi, serta peneguhan peran inklusif IMM di tengah dinamika sosio-politik nasional.














