CIREBON, PIJARNEWS.ID – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) melaunching gerakan Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu) sebagai gerakan pendampingan untuk kalangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Launching gerakan ini dilakukan secara langsung oleh Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Ahad lalu (10/12/2023).
Dalam sambutannya, Yamin menuturkan Saranmu ini akan menjalin kerja sama dengan BP2MI serta beberapa Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di lima negara dan diharapkan akan terus bertambah. Kelima PCIM tersebut juga sebagai perwakilan Saranmu di luar negeri, yakni PCIM Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi, Thailand, dan Hongkong. Serta 18 perwakilan di dalam negeri.
“Dengan harapan persoalan-persoalan migran ini, bukan hanya beban bagi pemerintah dan negara. Tetapi Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan bisa memberi solusi,” katanya sebagaimana dikutip oleh Suara Muhammadiyah.
Masalah kesejahteraan, keselamatan, dan kemudahan akses bagi PMI, kata Yamin, menjadi masalah kebangsaan yang meminta Muhammadiyah secara moral untuk hadir meringankan beban negara.
“Oleh karena itu MPM menyambut dengan apresiatif untuk sosialisasi pencanangan Desa Anti Perdagangan Orang. Karena itu sebenarnya kita akan menukik pada inti jantung awal mula persoalan pekerja migran ini,” ujarnya.
Yamin menjelaskan, gerakan Saranmu juga menggandeng dan bersinergi dengan akademisi berasal dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) yang memiliki fokus pada masalah PMI. Sementara untuk koordinasi ke dalam negeri, MPM PP Muhammadiyah juga berkolaborasi dengan beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Khususnya PDM yang daerahnya merupakan basis-basis PMI.
“Sehingga kita mencoba melakukan pendampingan dari hulu sampai hilirnya, mudah-mudahan ini menjadi bagian dan gerakan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang buruh atau pekerja migran,” tegas Yamin. (msqn)














