JAKARTA, PIJARNEWS.ID – Sepuluh asosiasi desa yang tergabung dalam Forum Organisasi Desa Indonesia secara resmi mendeklarasikan dukungan mereka terhadap percepatan pembangunan dan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini dinilai krusial sebagai fondasi untuk memperkokoh ekonomi kerakyatan dari tingkat akar rumput.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih, Asep Anwar Sadat, menegaskan bahwa forumnya berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya program ini, sekaligus siap memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaannya.
“Kami para ketua umum asosiasi desa di seluruh Indonesia pada dasarnya mendukung penuh program strategis nasional terkait akselerasi pembangunan KDKMP di seluruh desa dan kelurahan,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Ia menambahkan, forum asosiasi ini ingin proaktif berkontribusi agar KDKMP benar-benar mampu mewujudkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi warga desa. Oleh sebab itu, tinjauan dan evaluasi berkala akan tetap diserahkan secara sistematis kepada pemerintah.
“Evaluasi itu sebuah keniscayaan karena setiap program pasti memiliki hal-hal yang perlu diperbaiki,” tegasnya sebagaimana dikutip Antara.
Sebagai wujud konkret dukungan tersebut, kesepuluh asosiasi ini dijadwalkan menggelar Seminar Nasional KDKMP bertajuk “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat”. Acara yang disokong langsung oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini akan diselenggarakan di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Kamis (16/7/2026), guna menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), Eko Mulyadi, menyoroti signifikansi KDKMP. Menurutnya, program ini bukan sekadar melahirkan unit usaha baru, melainkan strategi jitu untuk mendesentralisasi titik pertumbuhan ekonomi agar tidak melulu bias ke wilayah perkotaan.
“Kami melihat ini sebagai ikhtiar untuk mengoreksi arah pembangunan yang selama ini bertumpu pada peningkatan ekonomi di perkotaan. Desa harus menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi), Wargiyati, mengimbau masyarakat untuk memberi waktu berproses, mengingat implementasi KDKMP berskala nasional ini dieksekusi secara bertahap. Ia meyakini program ini akan bermuara pada kelancaran distribusi barang, terbukanya lapangan kerja, dan meluasnya peluang usaha bagi warga desa.
“Jadi mohon masyarakat di seluruh Indonesia untuk bersabar karena KDKMP ini baru dimulai dan tentu saja belum jalan semua. Jadi tujuan Pak Presiden Prabowo itu tentu saja menyejahterakan rakyat Indonesia, khususnya yang ada di desa-desa,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal merupakan salah satu orientasi utama dari operasionalisasi koperasi ini.
“Tenaga kerja yang ada di KDKMP melibatkan warga desa. Jadi membuka peluang untuk tenaga kerja, jadi mengurangi pengangguran di desa-desa di seluruh Indonesia,” pungkasnya.














