Ormas  

Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM JATIM Kukuhkan Pengurus JATAM Jawa Timur Periode 2022-2027

Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM JATIM Kukuhkan Pengurus JATAM Jawa Timur Periode 2022-2027

PASURUAN, PIJARNEWS.ID – Pengurus Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Jawa Timur periode 2022-2027 resmi dikukuhkan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Agromulia, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (14/2/2026).

Pengukuhan yang juga diiringi kegiatan Rembug Petani Muhammadiyah Jawa Timur ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari pengurus JATAM dan para petani Muhammadiyah seluruh Jawa Timur.

banner 350x525

Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengesahan pengurus JATAM MPM Jatim periode 2022-2027. Ini menjadi langkah baru organisasi petani Muhammadiyah yang lebih terstruktur, siap hadapi tantangan pertanian modern hingga akhir periode 2027.

Ketua MPM PWM Jawa Timur Lutfi J Kurniawan menyampaikan bahwa JATAM kedepan harus melakukan Konsolidasi organisasi. Mulai dari memperkuat struktur JATAM Jatim dari tingkat wilayah hingga cabang desa, rekrut sumber daya manusia petani muda yang kompeten, hingga mengatur rantai pertanian hulu-hilir.

“Kendalikan proses dari bibit unggul, produksi, hingga pemasaran untuk hindari ketergantungan tengkulak. Jadikan organisasi sebagai motor perubahan, transformasikan petani jadi entrepreneur berbasis nilai Muhammadiyah,” jelasnya.

Menurutnya JATAM Jatim harus bisa memanfaatkan potensi pasar internal. Seperti rumah sakit Muhammadiyah, universitas dan ratusan Muhammadiyah Business Group (MBG) sebagai pasar tetap.

Ia juga mendorong didirikannya koperasi untuk menampung produk anggota. Koperasi ini nantinya dilengkapi dengan profil produk pertanian profesional untuk bersaing di pasar nasional.

“Ini rencana aksi nyata, bukan janji kosong. Petani Muhammadiyah Jatim, mari wujudkan kemandirian pangan secara bersama-sama,” tegasnya.

Sekretaris MPM PWM Jatim, Abdus Salam menyampaikan bahwa JATAM bukan tujuan akhir, melainkan media berhimpun silaturahmi untuk memperjuangkan hak-hak petani secara nyata. Ia menekankan bahwa JATAM harus hadir sebagai bagian solusi persoalan krusial yang dihadapi petani, mulai dari harga pupuk hingga akses pasar.

“Terbentuknya dan pelantikan JATAM periode ini menjadi katarsis perubahan efektif menuju kedaulatan dan kemandirian petani,” tambah dosen Sosiologi UMM dengan kepakaran mendalam di bidang sosiologi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pada sesi Rembug Petani Muhammadiyah, pakar padi dan melon dari Universitas Brawijaya Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, Sp, M.Sc. membagikan insightnya tentang kondisi pertanian.

“70% pebisnis pertanian di Indonesia bukan berasal dari kalangan petani asli, maka kehadiran JATAM merupakan keniscayaan untuk selesaikan masalah pelik petani, sehingga petani Muhammadiyah bisa sejahtera dan makmur,” jelasnya.

banner 350x525
https://pijarnews.id/wp-content/uploads/2025/02/E-Flyer-IG-Story_Penetapan-rev5.png